Triyaningsih Tak Terbebani Target Emas SEA Games 2017

Tak sampai hitungan satu bulan ke depan, perhelatan SEA Games 2017 bakal dimulai. Berbagai persiapan kini kian gencar dilakukan seluruh atlet yang akan berjibaku di Malaysia nanti. Tak terkecuali pelari nasional, Triyaningsih.
Fokusnya kini tengah diarahkan menuju pesta olahraga terbesar se-Asia Tenggara itu. Hari demi hari dilewatinya dengan melahap menu latihan —dari Senin sampai Sabtu pada pagi dan sore hari.
"Persiapan sejauh ini sudah bagus. Sudah mencapai sekitar 85%. Karena tinggal sebulan lagi (menuju SEA Games 2017) jadi sudah masuk ke tahapan pra-kompetisi. Untuk latihan, volumenya memang agak sedikit berkurang, tetapi intensitas ditingkatkan," ujar Triyaningsih dalam perbincangan dengan kumparan (kumparan.com) seusai latihan di GOR Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (26/7/17).
"Kalau untuk menu latihan, karena saya ikutnya lari jarak jauh, latihannya ada seperti interval training, high intensity jogging, tempo running, dan penguatan. Itu dibagi jadi 10-12 sesi dan dikombinasikan saja selama sepekan," sambungnya.
Di SEA Games 2017, Triyaningsih akan turun pada nomor 5.000 meter dan 10.000 meter. Sementara, untuk marathon, ia akan absen.
Pelari kelahiran Semarang ini memiliki pertimbangan tersendiri mengapa memilih untuk tak ambil bagian dalam nomor marathon —yang terakhir diikutinya di SEA Games 2011.
"Saya dapat informasi marathon akan diperlombakan pada awal-awal. Jadi, karena marathon jarak jauh, 42 km, butuh waktu untuk recovery lebih lama. Saya ambil amannya saja jadi fokus ke 5.000 m dan 10.000 m," ucapnya.
Di dua nomor tersebut, Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) juga menargetkan Triyaningsih untuk bisa menggondol medali emas. Mampukah?
Triyaningsih menjawabnya dengan diplomatis. Ia hanya berusaha mempersiapkan diri dengan semaksimal mungkin. Lalu, biarlah Tuhan yang berkehendak menentukannya.
"Untuk target yang terbaik saja. Lebih kepada tanggung jawab. Karena dari sekian juta warga negara Indonesia, saya ‘kan yang jadi wakilnya. Berusaha memberikan yang terbaik," tegasnya.
Jika ditelaah, jawaban tersebut sejatinya tak lebih dari sikap merendah dari wanita 30 tahun ini. Karena toh medali emas SEA Games, bagi Triyaningsih, seakan telah menjadi hal yang tak terpisahkan sepanjang kariernya.
Tak berlebihan, tentunya. Karena ia memiliki tradisi bagus meraih keping demi keping emas di event dua tahunan itu.

Semua dimulai ketika Triyaningsih mengikuti SEA Games 2007 Thailand dengan meraih emas untuk nomor 5.000 m dan 10.000 m. Berlanjut ke SEA Games 2009 Laos dengan mampu mempertahankan pencapaiannya di dua nomor tersebut.
Pada SEA Games 2011 di Jakarta dan Palembang, ia bahkan tercatat mampu menyabet tiga medali emas sekaligus dari dua nomor serupa plus marathon. Dua tahun berselang, pelari yang dijuluki "Ratu Jalan Raya Indonesia" ini meraih satu emas dari 1.000 m di Myanmar.
Terakhir, pada SEA Games 2015 Singapura, Triyaningsih membawa pulang dua emas dari nomor 5.000 m dan 10.000 m.
"Kalau ditanya bagaimana untuk bisa mempertahankan (emas) sih sebenarnya latihan sama saja. Hanya coba untuk pertahanin catatan waktunya saja," kata Triyaningsih.
"Lihat dari peta persaingan juga ada tiga negara yang cukup bagus seperti Myanmar, Thailand dan Vietnam nanti. Tapi, nggak tahu juga kalau ada nama-nama baru yang muncul. Saya selalu siapkan yang terbaik saja," ujarnya.
Triyaningsih juga enggan menjadikan target emas yang diamanahkan kepada dirinya sebagai sebuah beban. Ia memilih untuk tak terlalu memikirkannya sehingga bisa lebih fokus dalam mempersiapkan diri.
“Saya, sih, nggak pernah menjadikan sebuah target jadi beban. Karena begini, dalam setiap pertandingan kan ada menang dan kalah. Itu hal yang biasa. Yang terpenting adalah bagaimana kita menjalaninya, bagaimana proses menuju ke arah sana (target). Saya orang yang sangat menghargai proses. Kalau terus dipikirin ya pasti pada akhirnya akan jadi beban," pungkasnya.
