Walau Pandemi, Menpora Ingin 3 Tema Haornas Tetap Jalan Sesegera Mungkin

kumparanSPORTverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menpora Zainudin Amali di acara Konsolidasi perencanaan pencapaian dan misi Presiden serta sasaran dan target indikator bidang PMK dalam RPJM 2020-2024. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menpora Zainudin Amali di acara Konsolidasi perencanaan pencapaian dan misi Presiden serta sasaran dan target indikator bidang PMK dalam RPJM 2020-2024. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Hari Olahraga Nasional alias Haornas akan jatuh pada Rabu (9/9/2020). Pada tahun ini, Kemenpora selaku pelaksana peringatan mengusung tema Sport Science, Sport Tourism, dan Sport Industry.

Menpora Zainudin Amali menuturkan bahwa penyelenggaran peringatan Haornas edisi ke-73 tahun ini memang sangat terbatas. Salah satunya lantaran pandemi COVID-19 yang melanda dunia, tak terkecuali Indonesia.

''Tujuan kami langsung mengedepankan tiga tema sekaligus adalah menyadarkan masyarakat tentang pentingnya meningkatkan kebugaran fisik dan imun tubuh di tengah pandemi sekarang ini,'' kata Zainudin di acara webinar, Selasa (8/9/2020).

Atlet nasional cabang olahraga Rugbi Indonesia Ramdan mengikuti latihan di pesisir pantai Syiah Kuala, Banda Aceh, Aceh. Foto: Irwansyah Putra/ANTARA FOTO

Zainudin melanjutkan, jika tingkat imun dan kebugaran tubuh stabil, bahkan cenderung meningkat, tentu akan berbarengan dengan berjalannya kegiatan keolahragaan. Tapi, kegiatan tersebut juga kudu didukung dengan adanya sports science.

Omong-omong soal sports science, lanjut pria asal Gorontalo ini, olahraga di masa sekarang tak bisa lepas dari peran ilmu keolahragaan.

Misal. Seorang atlet bisa diukur kemampuan menghirup oksigen dalam waktu tertentu atau VO2Max, kecepatan langkah, kekuatan tubuh, asupan nutrisi, pendampingan psikolog terhadap mental.

''Hanya dengan sports science yang menjadi jawabannya. Karena terukur dan ada indikatornya'' tegas Zainudin.

Sejumlah pemain Timnas Indonesia mengikuti latihan di Lapangan Trisakti, Legian, Bali, Minggu (13/10/2019). Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Kemenpora menyadari bahwa tak mudah untuk mengaplikasikan sports science di seluruh cabang olahraga yang ada Indonesia. Untuk itu, kata Zainudin, Kemenpora akan bekerja sama dengan pakar-pakar kesehatan.

''Kita bisa menjangkau tenaga-tenaga sports science dari perguruan tinggi. Dan kami berharap ini segera bisa dilakukan dalam waktu dekat'' kata dia.

Terkait tema yang kedua yakni Sports Tourism. Kemenpora juga menyadari bahwa beberapa negara di kawasan Asia Tenggara saja sudah menjadikan sports tourism menjadi pemasukan devisa mereka. Indonesia, kata dia, sebetulnya juga bisa.

''Mau olahraga apa? Laut dan pantai kita luar biasa. Selancar dan diving kita tersedia. Gunung untuk olahraga hiking dan sungai untuk arung jeram kita semua ada. Ini adalah objek olahraga potensial tapi belum dikelola dengan baik,'' kata pria 58 tahun tersebut.

Untuk itu, lanjut dia, dengan momentum Haornas tahun ini, Kemenpora yang juga berencana mengikat kerja sama dengan Kementerian Perindustrian dan Pariwisata untuk meningkatkan sports tourism.

Tim arung jeram putra dari Dhamasraya melintasi derasnya air sungai batang Sinamar, Sumatera Barat, Rabu (12/12). Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi

Kemudian tema yang terakhir, Sports Industry. Kemenpora menyadari bahwa hingga saat ini, dua industri yakni barang dan jasa masih menganut sistem impor.

Untuk barang, misalnya. Dari sejumlah peralatan yang digunakan oleh para atlet umumnya dibeli dan didatangkan dari luar negeri.

''Termasuk soal jasa, ya. Tentu kita masih ingat bagaimana penyelenggaraan Asian Games 2018. Di event tersebut kita masih banyak bekerja sama dengan pihak luar.''

''Nah di momen Haornas tahun ini kami berharap, industri barang dan jasa tak banyak lagi mengandalkan dari luar. Kalau bisa kita hasilkan sendiri,'' dia menjelaskan.

Adapun kegiatan peringatan Haornas akan dilakukan pada Ranu (9/9/2020). Merujuk kegiatan acara, tema besar tersebut akan mulai dijalankan dan akan ada penghargaan untuk para atlet berprestasi dan atlet yang sudah pensiun.

---

embed from external kumparan

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.