4 Bandara InJourney Airport Raih ENSIA 2026 Hasil Program Keberlanjutan

Empat bandara yang dikelola PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports sukses menghadirkan inovasi di bidang lingkungan dan sosial yang berdampak nyata.
Bandara Minangkabau Padang, Bandara Banyuwangi, Bandara Adi Soemarmo Solo dan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan meraih penghargaan Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 dari PT SUCOFINDO (Persero).
Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, mengatakan aspek lingkungan dan sosial menjadi salah satu prioritas perusahaan di dalam mencapai tujuan menjadi operator bandara berkelas dunia.
“InJourney Airports memastikan bandara menerapkan praktik berkelanjutan, mencakup konservasi energi dan pelestarian lingkungan. Kami terus mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan. Pembangunan dan operasional bandara juga memperhitungkan pengelolaan limbah untuk mendatangkan manfaat,” jelas Mohammad R. Pahlevi.
“Kami berharap upaya ini dapat turut meningkatkan kontribusi sektor aviasi dalam mendukung program berkelanjutan nasional,” lanjutnya.
Pada ENSIA 2026, Bandara Minangkabau Padang meraih Platinum Award kategori Efisiensi Energi melalui Pengoperasian PLTS Atas dengan Skema Pembiayaan Sistem Sewa Alat. PLTS ini berkapasitas terpasang 362,45 kWp yang dipasang pada atap terminal barat, terminal utara, gedung water supply dan gedung Airport Rescue & Fire Fighting (ARFF).
Kemudian, Gold Award diberikan kepada Bandara Banyuwangi kategori Efisiensi Energi melalui Implementasi Efisiensi Energi Existing Building. Melalui desain dan arsitektur berkonsep green airport, bandara ini mendorong efisiensi dalam segala aspek, termasuk dalam hal pencahayaan alami dan sirkulasi udara yang sangat baik sehingga menghadirkan kesejukan dan kenyamanan di terminal penumpang meski tanpa penyejuk udara.
Bandara Adi Soemarmo Solo mendapat Silver Award kategori Pengelolaan Sampah. Di bandara ini dijalankan program pengelolaan sampah terpadu berbasis ekonomi sirkular yang mengintegrasikan pengelolaan sampah organik dan anorganik dalam satu sistem. Seluruh hasil pengolahan sampah dimanfaatkan kembali untuk mendukung operasional bandara, program TJSL, konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Adapun Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan meraih Silver Award kategori Efisiensi Energi melalui Optimasi Waktu dan Kapasitas Utilitas. Impelementasinya antara lain pengurangan jam operasional chiller dengan menyala pada 1 jam sebelum penerbangan dibuka dan dimatikan pada 1 jam sebelum penerbangan selesai, lalu penghematan energi penerangan dengan otmasi pada area terminal, serta penonaktifan gedung perkantoran setiap kamis dan jumat dalam program work from airport.
Mohammad R. Pahlevi mengatakan InJourney Airports terus meningkatkan program keberlanjutan setiap tahunnya.
“Komitmen ini melalui laporan berkelanjutan tahunan atau sustainability report yang secara transparan mencatat rekam jejak perusahaan terkait sosial, lingkungan dan ekonomi, untuk menjadi dasar bagi kami dalam mengambil keputusan atau kebijakan tentang isu berkelanjutan. Penghargaan ENSIA mendukung pengungkapan program keberlanjutan melalui laporan sustainability reports dan mendukung program ESG,” ujar Mohammad R. Pahlevi.
Sustainability reports InJourney Airports dinilai menjadi salah satu terbaik di Indonesia setelah meraih Rating Platinum atau peringkat tertinggi pada ajang bergengsi Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2024.
