Dorong Inovasi Pendidikan Jarak Jauh, UT Kumpulkan 106 Pemakalah dari 17 Negara di INNODEL 2026

Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh (PTJJ) terus membutuhkan inovasi agar tidak hanya memperluas akses pendidikan, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman belajar yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan generasi masa depan.
Pemanfaatan teknologi, mulai dari ruang belajar virtual berbasis metaverse dan kecerdasan buatan melalui AI tutor hingga pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), menjadi salah satu peluang untuk menjawab tantangan tersebut. Pengembangan berbagai inovasi ini membutuhkan riset, pertukaran pengetahuan, dan kolaborasi lintas disiplin agar dapat diterapkan secara efektif dalam proses pembelajaran.
Mendorong upaya tersebut, Universitas Terbuka (UT) sebagai pionir pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh di Indonesia melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan The 6th International Conference on Innovation in Open and Distance Learning (INNODEL 2026) pada Rabu–Kamis, 4–5 November 2026, di Bandung.
Konferensi internasional ini menjadi wadah diseminasi hasil riset, pertukaran gagasan, dan pengembangan inovasi teknologi pendidikan dengan mempertemukan peneliti, akademisi, praktisi, pembuat kebijakan, serta pelaku industri dari berbagai negara untuk bersama-sama memperkuat pengembangan sistem PTJJ.
Mengusung tema “HEBRING: High Impact Experiential Learning for Bringing Innovation into New Generations”, INNODEL 2026 berfokus pada pengembangan pembelajaran berbasis pengalaman untuk mendorong inovasi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan generasi baru.
Melalui forum ini, para peserta membahas perkembangan riset dan praktik teknologi pembelajaran, termasuk potensi pemanfaatan teknologi digital dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif, kontekstual, dan bermakna. Forum ini sekaligus memperkuat ruang kolaborasi internasional untuk mendorong pemanfaatan hasil riset dalam pengembangan pendidikan terbuka dan jarak jauh.
Acara INNODEL 2026 secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. Pembukaan ini menandai dimulainya rangkaian konferensi yang menjadi ruang kolaborasi akademisi, peneliti, praktisi, dan pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk berbagi gagasan, mempresentasikan hasil riset, serta mengeksplorasi berbagai inovasi dalam menjawab tantangan pendidikan di era transformasi digital.
Melalui forum ini, UT mendorong lahirnya pemikiran dan solusi inovatif yang dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di tingkat nasional maupun global.
Forum internasional ini mempertemukan 106 pemakalah (presenters) dan sekitar 200 peserta dari institusi pendidikan, lembaga penelitian, Asosiasi Profesi Pendidikan Jarak Jauh Indonesia (APPJJI), serta dunia industri. Peserta berasal dari 17 negara, yaitu Indonesia, Pakistan, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, Brasil, Trinidad dan Tobago, Malaysia, Korea Selatan, Hong Kong, Jepang, Mauritius, Amerika Serikat, Türkiye, Finlandia, Palestina, dan Australia.
Keterlibatan peserta dari berbagai negara mencerminkan jangkauan internasional INNODEL dalam memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan mempertemukan beragam perspektif mengenai inovasi pendidikan.
Sesi utama konferensi menghadirkan Prof. Helen Crompton dari Old Dominion University, Amerika Serikat, sebagai keynote speaker. Ia merupakan pakar teknologi pendidikan yang berfokus pada pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung inovasi dan transformasi pembelajaran.
Sesi panel turut menghadirkan sejumlah akademisi dari berbagai negara, yaitu:
Prof. Dr. Meltem Huri Baturay (Konya Food & Agriculture University, Türkiye);
Dr. Hanna Davis (Tampere University of Applied Sciences, Finlandia);
Prof. Cher Ping Lim (The Education University of Hong Kong);
Prof. Daryono, S.H., M.A., Ph.D. (Universitas Terbuka, Indonesia).
Sesi workshop dipandu oleh:
Andre Surya, AI Visual Expert Indonesia;
Dr. Syahrul Ramadhan, M.Pd., Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Dengan semangat HEBRING, konferensi ini menegaskan pentingnya pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan abad ke-21, mulai dari berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, pemecahan masalah, hingga adaptabilitas.
Kompetensi tersebut semakin dibutuhkan agar lulusan tidak hanya memiliki pemahaman teoretis, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan untuk menjawab persoalan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Bagi UT, pengembangan pendekatan pembelajaran tersebut sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas PTJJ melalui pemanfaatan teknologi dan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa.
Selama lebih dari empat dekade, UT telah memperluas kesempatan masyarakat untuk menempuh pendidikan tinggi melalui sistem belajar yang fleksibel. Pengembangan inovasi pembelajaran menjadi bagian dari komitmen UT dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan dapat diakses oleh masyarakat dengan beragam kondisi dan kebutuhan.
Melalui INNODEL 2026, UT berharap pertukaran hasil penelitian dan pengalaman praktik dapat memperkaya pengembangan pendidikan terbuka dan jarak jauh serta membuka peluang kolaborasi akademik lintas negara. Upaya ini sejalan dengan semangat “Open Education for a Better World” dan slogan konferensi “From Experience to Innovation, for a Brighter Future”, yang menegaskan pentingnya menghubungkan pengalaman belajar dengan pengembangan inovasi pendidikan.
