Kumparan Logo

Hadir di BATIC 2026, ignitePRO Dorong Dampak Nyata AI di Industri Digital

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital RI Dr. Sonny Hendra Sudaryana memberikan paparan pada forum ignitePRO sebagai bagian dari rangkaian Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026. Foto: Dok. Telkom
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital RI Dr. Sonny Hendra Sudaryana memberikan paparan pada forum ignitePRO sebagai bagian dari rangkaian Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026. Foto: Dok. Telkom

PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), sebagai operating company dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menghadirkan forum ignitePRO dalam rangkaian Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 yang menghubungkan ekosistem digital di Asia Pasifik.

Mengangkat tema "The Enabled Enterprise", forum ini mempertemukan pemimpin enterprise, pembuat kebijakan, penyedia teknologi, investor, dan mitra ekosistem digital untuk mendalami cara Al dapat bergerak dari ambisi dan eksperimen menuju penerapan serta dampak bisnis yang nyata. Selain itu, Telin menggandeng Tech in Asia dalam forum ini sebagai mitra konten untuk menghadirkan perspektif yang relevan dengan perkembangan industri digital.

Agenda ignitePRO disusun dalam empat pilar yang saling menguatkan, yakni Intelligence, Trust, Infrastructure, dan Collaboration. Pada pilar Intelligence, pembahasan menyoroti langkah membawa Al dari tahap eksperimen menuju penerapan yang memberikan nilai bisnis, didukung kesiapan data, sistem, dan infrastruktur yang andal serta aman.

Pilar Trust menekankan pentingnya penerapan Al yang bertanggung jawab melalui penguatan akuntabilitas, transparansi, dan tata kelola, sekaligus penyesuaian cara kerja organisasi agar Al dapat terintegrasi dalam proses bisnis. Sedangkan itu, pilar Infrastructure membahas kesiapan fondasi teknologi dan arsitektur untuk mendukung kebutuhan Al, dengan mempertimbangkan aspek kinerja, keamanan, regulasi, dan kedaulatan data, serta kesiapan manusia dalam mengadopsi teknologi secara berkelanjutan.

Chief Commercial Officer Telin, Kharisma, ungkap bahwa ignitePRO hadir untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dalam mengadopsi AI secara bertanggung jawab yang mencakup kesiapan teknologi dan infrastruktur, tata kelola, sumber daya manusia, hingga kolaborasi ekosistem.

"Tantangan perusahaan saat ini bukan lagi sekadar menentukan apakah Al, cloud, dan otomasi perlu diadopsi, melainkan memastikan data, infrastruktur, keamanan, sumber daya manusia, dan mitra telah siap mendukung eksekusi yang andal dalam skala besar," ujar Chief Commercial Officer Telin, Kharisma, pada sesi keynote speech pembukaan forum ignitePRO yang bertajuk "The Enabled Enterprise: 2026 Is the Year of Autonomy", Selasa (25/8).

Chief Commercial Officer Telin Kharisma membahas kesiapan teknologi dan infrastruktur, tata kelola, sumber daya manusia, hingga kolaborasi ekosistem pada forum ignitePRO sebagai bagian dari rangkaian Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026. Foto: Dok. Telkom

Menurut Kharisma, enablement perlu dibangun dengan menerapkan fondasi operasi yang terintegrasi melalui konektivitas yang andal, infrastruktur yang tangguh, operasi yang aman, serta kemitraan ekosistem yang tepercaya. Oleh karena itu, TelinPRO hadir agar enterprise dapat beradaptasi dan berkembang dalam lanskap yang terus berevolusi.

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Dr. Sonny Hendra Sudaryana, ungkap tiga prioritas dalam membangun Indonesia untuk menghadapi AI, yakni Terhubung, melalui perluasan konektivitas yang inklusif; Tumbuh, dengan membangun ekosistem digital yang produktif sekaligus memperkuat talenta, startup, UMKM, dan kapabilitas Al; serta Terjaga, melalui penguatan perlindungan data pribadi dan keamanan digital nasional.

Ia juga menekankan AI dikembanggan sebagai strategi yang berdaulat, interoperable, dan tepercaya, yang didukung oleh infrastruktur, modal, kompetensi, tata kelola, dan kemitraan agar pertumbuhan digital dapat menghasilkan peningkatan produktivitas dan nilai ekonomi yang lebih luas.

Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Veranita Yosephine, hadir di sesi "No Enterprise Transforms Alone: Building the Enablement Ecosystem,” bersama para pemimpin industri lainnya dalam membahas pentingnya sinergi antara perusahaan, penyedia teknologi, investor, dan mitra ekosistem dalam mendorong transformasi Al yang berkelanjutan.

"Ambisi untuk mengadopsi Al memang besar dan ide-idenya pun sangat banyak. Namun, tantangan sesungguhnya adalah bagaimana membawa Al dari sekadar pembuktian konsep menjadi implementasi yang benar-benar terintegrasi dalam strategi bisnis dan menghasilkan dampak nyata," jelas Veranita.

Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Veranita Yosephine (tengah) turut hadir sebagai salah satu panelis bersama para pemimpin industri lainnya dalam sesi “No Enterprise Transforms Alone: Building the Enablement Ecosystem” pada forum ignitePRO sebagai bagian dari rangkaian Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026. Foto: Dok. Telkom

Veranita ungkap transformasi Al tidak berhenti pada penggunaan tools semata, tetapi perusahaan perlu membangun operating model, kapabilitas manusia, tata kelola, serta ekosistem yang memungkinkan Al terintegrasi ke dalam cara bisnis dijalankan.

"Al harus mampu menciptakan nilai, baik melalui peningkatan produktivitas, percepatan inovasi, maupun pengalaman pelanggan. Untuk itu, organisasi perlu memiliki fondasi data yang kuat, tata kelola yang baik, serta komitmen kepemimpinan dalam membangun kapabilitas Al secara berkelanjutan," tutup Veranita.

Rangkaian ignitePRO juga berhasil menghasilkan “State of the Agentic Enterprise in APAC 2026” serta ignitePRO 2026 Closing Commitment. Hal ini menjadi bukti kehadiran ignitePRO sebagai forum enterprise perdana di BATIC 2026 memperluas ruang kolaborasi Telin dari konektivitas dan infrastruktur digital menuju penciptaan nilai bisnis di era AI, sekaligus memperkuat perannya sebagai penghubung ekosistem digital di Asia Pasifik.