Sambut HUT ke-94, Nojorono Gelar Kompetensi Fotografi Berkarya Lewat Lensa

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Para juri kompetisi fotografi Berkarya Lewat Lensa yang digelar Nojorono dalam menyambut HUT ke-94. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Para juri kompetisi fotografi Berkarya Lewat Lensa yang digelar Nojorono dalam menyambut HUT ke-94. Foto: Dok. Istimewa

Memasuki usia ke-94 tahun, PT Nojorono Tobacco International (Nojorono Kudus) mengulas kembali perjalanannya membangun sebuah pondasi berkelanjutan. Berangkat dari semangat untuk terus merajut karsa seraya beradaptasi dengan perkembangan zaman, Nojorono Kudus mengusung tema Mawa Daya: Merajut Karsa Selaras Dengan Waktu, sebagai refleksi atas perjalanan perusahaan untuk tetap relevan di setiap fase pertumbuhannya.

Semangat yang selaras diwujudkan melalui kompetisi fotografi Berkarya Lewat Lensa yang berlangsung sejak Agustus hingga Oktober 2026. Program ini berhasil menghimpun lebih dari 1.700 karya fotografi jurnalis dan masyarakat umum dari berbagai daerah di Indonesia. Beragam karya yang terkumpul merepresentasikan interpretasi peserta terhadap perjalanan Nojorono Kudus dalam menapaki usia ke-94 tahun.

Proses kurasi dan penjurian dilaksanakan secara independen oleh dewan juri yang terdiri atas Eva Agriana Ali selaku perwakilan Pewarta Foto Indonesia (PFI), serta Agus Susanto selaku Pewarta Foto Harian Kompas. Penilaian dilakukan dengan menitikberatkan pada orisinalitas gagasan, kekuatan visual, serta keselarasan karya dengan tema yang diusung.

Corporate Communication Head PT Nojorono Tobacco International, Eliza Susanto, menyampaikan bahwa setiap karya yang masuk tidak hanya merekam visual, tetapi juga menghadirkan beragam perspektif tentang bagaimana perjalanan panjang sebuah perusahaan dapat dimaknai oleh masyarakat.

“Selamat kepada para pemenang Berkarya Lewat Lensa. Terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berbagi perspektif melalui karyanya. Beragam submisi yang kami terima menunjukkan bahwa sebuah perjalanan dapat dimaknai dengan banyak cara. Melalui karya para peserta, kami melihat bagaimana nilai-nilai luhur diterjemahkan sesuai konteks zamannya. Bagi kami, inilah makna sesungguhnya dari Menjaga Warisan, Selaras dengan Waktu, yakni ketika nilai yang diwariskan tetap hidup, relevan, dan bertumbuh adaptif bersama generasi yang terus bergerak maju,” ungkap Eliza.

Mengejawantahkan nilai dan perjalanan panjang sebuah institusi menjadi sesuatu yang relevan bagi masyarakat bukanlah hal yang sederhana. Menurut Dwi Pambudo selaku Ketua Umum Pewarta Foto Indonesia (PFI), hal tersebut dapat dituangkan melalui fotografi, gagasan tersebut dapat diartikulasikan menjadi narasi visual yang mudah dipahami, dan mampu membangun keterhubungan emosional dengan khalayak. Menurutnya, hal inilah yang juga tercermin dalam kolaborasi antara Nojorono Kudus dan PFI sepanjang tahun ini.

“Lewat karya-karya yang masuk, saya melihat bahwa semangat Menjaga Warisan Selaras dengan Waktu sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Banyak peserta berhasil menunjukkan bahwa merawat nilai yang diwariskan sembari menyesuaikannya dengan kebutuhan zaman bukan hanya dilakukan oleh sebuah perusahaan, tetapi juga oleh masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Ini yang membuat pesan Nojorono Kudus terasa relevan dan mudah dipahami,” ujar Dwi.

Dwi juga menambahkan, dalam melakukan proses kurasi hingga terpilihnya 12 pemenang ; 6 di kategori wartawan dan 6 di kategori umum, dilakukan melalui pertimbangan yang cermat untuk melihat sejauh mana sebuah karya foto mampu menerjemahkan tema ke dalam visual yang kuat, autentik, dan bermakna.

“Matriks penilaian karya-karya pemenang, memiliki kekuatan narasi visual yang selaras dengan tema dari Berkarya Lewat Lensa. Selain itu, kualitas karya peserta terpilih juga dilihat dari penyelarasan teknis fotografi yang matang, dinilai secara profesional oleh yang ahli di bidangnya,” tutup Dwi.