3 Hal Penting yang Harus Diperhatikan Saat Memilih Pelembap Wajah

kumparanSTYLEverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menggunakan Pelembab Wajah Foto: thinkstock
zoom-in-whitePerbesar
Menggunakan Pelembab Wajah Foto: thinkstock

Moisturizer atau pelembap merupakan salah satu kebutuhan dasar yang diperlukan bagi kesehatan kulit wajah. Pengaplikasian moisturizer pada dasarnya berfungsi untuk mempertahankan kelembapan kulit sepanjang hari. Oleh karena itu sudah menjadi keharusan untuk mengaplikasikan pelembap sebelum memulai aktifitas sehari-hari. Bahkan The American Academy of Dermatology menyarankan menggunakan pelembab wajah setelah mandi agar kulit wajah yang masih lembab dapat mengikat cairan dengan baik. Tak bisa sembarangan memilih, sebelum memutuskan menggunakan pelembap Anda perlu memperhatikan beberapa hal. Agar kulit tetap terjaga kelembapannya berikut kumparanSTYLE rangkum tiga hal penting yang harus diperhatikan saat memilih pelembab wajah. 1. Sesuaikan dengan jenis kulit

Ilustrasi wajah perempuan Foto: dok.Thinkstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi wajah perempuan Foto: dok.Thinkstock

Untuk menghidrasi kulit wajah secara maksimal, pengaplikasian moisturizer atau pelembab pun tak bisa sembarangan. Idealnya, penggunaan pelembap harus disesuaikan dengan jenis kulit masing-masing individu. Bagi Anda pemilik kulit kering, sebaiknya menggunakan pelembap bertekstur whipped atau yang cukup tebal sehingga dapat bekerja lebih dalam melembapkan kulit. Sedangkan bagi Anda yang memiliki kulit berminyak ataupun kombinasi sebaiknya menggunakan pelembap yang bertekstur ringan berupa gel yang mudah meresap kulit. 2. Perhatikan kandungan pelembap

Water Bank Moisture Essence, pelembab wajah dari Laneige Foto: dok. Laneige

Secara umum, kandungan dalam pelembap dapat digolongkan menjadi dua, yakni bahan aktif dan inaktif. Bahan aktif merupakan bahan yang membuat produk pelembap dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Contohnya, pelembap yang berfungsi melindungi kulit dari sinar UV akan mengandung titanium dioksida yang berfungsi sebagai tabir surya. Bahan aktif yang paling sering digunakan pada pelembap adalah lanolin, gliserin, dan petrolatum. Sedangkan bahan inaktif merupakan bahan pendukung yang melengkapi produk Anda. Selain itu Alpha hydroxy acid (AHA) dan vitamin E menjadi salah satu komponen wajib lainnya yang terkandung dalam pelembap yang digunakan. Karena kandungan AHA akan membantu mengangkat sel kulit mati sehingga kulit tetap halus dan awet muda. Sedangkan kandungan vitamin E akan sangat membantu kulit dalam melawan radikal bebas. 3. Sesuaikan pelembab dengan aktivitas keseharian Anda

Ilustrasi perempuan Foto: Thinkstock

Selain menyesuaikan moisturizer atau pelembap dengan jenis kulit, jangan lupa untuk mencocokkan pelembap dengan keseharian Anda, salah satunya adalah kondisi tempat di mana Anda tinggal. Sebagai contoh, jika Anda tinggal di tempat beriklim dingin, dengan suhu rendah, tentu Anda akan membutuhkan moisturizer yang memberikan kadar kelembapan lebih tinggi jika dibandingkan dengan tempat dengan iklim tropis yang panas. Selain iklim, faktor lainnya seperti aktivitas atau tingkat polusi juga dapat menjadi pertimbangan untuk memilih moisturizer dengan manfaat anti-polutan.