kumparan
27 Desember 2017 17:54

4 Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Membuat Jus Buah

Jus merupakan salah satu minuman sehat yang banyak digemari. Minuman ini menjadi alternatif untuk pelaku diet dan orang yang ingin hidup sehat. Tidak hanya nikmat untuk diminum, mengonsumsi jus juga memberikan dampak positif untuk kesehatan. Buah yang dijus rupanya mampu menambah stamina dan menjaga kesehatan tubuh Anda.
ADVERTISEMENT
Mengonsumsi jus memang banyak manfaatnya. Sayangnya, bila salah mengolah jus malah dapat berakibat fatal. Apa saja kesalahan-kesalahan yang sering terjadi saat mengolah aneka jus? Ini beberapa hal yang perlu kamu hindari!
1. Terlalu Banyak Menambahkan Bahan-Bahan Manis
com-Banyak Bahan Manis
com-Banyak Bahan Manis (Foto: Thinkstock)
Cara terbaik untuk memberikan asupan nutrisi pada tubuh adalah dengan mengonsumsi segelas jus segar. Jus buah dapat memberikan dampak positif untuk kesehatan karena nutrisi pada buah akan mudah diserap langsung ke dalam aliran darah sehingga proses penyerapan mineral, vitamin, serta enzim berlangsung cepat. Namun, saat ini masih banyak orang yang suka menambahkan bahan-bahan manis ke dalam jusnya. Padahal, penambahan tersebut dapat memicu penyakit seperti diabetes. Penambahan banyak gula dalam bentuk fruktosa sebaiknya dihindari bila tidak ingin gula darah naik dan memicu penyakit diabetes.
ADVERTISEMENT
2. Tidak Mencuci Buah Terlebih Dahulu
com-Tidak Mencuci Buah
com-Tidak Mencuci Buah (Foto: Thinkstock)
Meski terlihat sepele, lupa mencuci buah saat membuat jus ternyata dapat memberikan dampak negatif untuk kesehatan. Tentunya kamu pasti tahu, masih banyak petani di Indonesia yang menggunakan bahan-bahan kimia berupa pestisida untuk budidaya buah-buahan. Saat proses penanaman buah, umumnya petani akan menyemprotkan pestisida untuk menghindari hama serangga yang menimbulkan penyakit pada tanaman. Meski buah sudah dikemas rapi, belum tentu buah-buahan tersebut steril dari pestisida dan kotoran lain yang masih menempel. Maka dari itu, biasakan untuk mencuci buah terlebih dahulu sebelum dijus.
3. Menggunakan Mesin Blender yang Kurang Tepat
com-Mesin Blender Kurang Tepat
com-Mesin Blender Kurang Tepat (Foto: Thinkstock)
Mengolah jus dengan mesin blender yang menggunakan mata pisau ternyata dapat membuat sel serta nutrisi dalam buah yang dijus justru berubah lantaran panas yang dihasilkan dari mata pisau. Hal tersebut menyebabkan jumlah nutrisi akan banyak berkurang. Agar nutrisi dan rasa buah tidak berubah saat dijus, Anda bisa menggunakan mesin blender dengan slow squezzing technology. Teknologi ini mempunyai putaran rendah, sehingga mesin tidak menghasilkan panas pada jus dan nutrisi buah tetap bisa kamu nikmati sepenuhnya. Teknologi modern dan sangat bermanfaat ini dihadirkan dalam Hurom Slow Juicer.
com-Tentang Jus
com-Tentang Jus (Foto: ACE Hardware)
Juicer ini sangat cocok untuk kamu yang beraktivitas padat namun tetap ingin hidup sehat secara praktis. Tanpa menghilangkan rasa buah asli dan tetap menjaga nutrisinya, Hurom Slow Juicer merupakan pilihan terbaik untuk kamu yang ingin memiliki kondisi dapur rumah lebih modern. Ada banyak pilihan warna Hurom Slow Juicer yang bisa Anda sesuaikan dengan dapur rumah. Dapatkan 100% benefit dari konsumsi buah dengan hurom slow juicer, di toko ACE Hardware seluruh Indonesia. Because almost is not enough!
com-Hurom Slow Juicer
com-Hurom Slow Juicer (Foto: ACE Hardware)
4. Jus dibiarkan Terlalu Lama di Tempat Terbuka
ADVERTISEMENT
Cara menyimpan jus juga perlu diperhatikan. Jika tidak ingin langsung dikonsumsi, sebaiknya jus yang sudah dibuat disimpan di lemari pendingin agar nutrisinya tidak hilang. Bila jus didiamkan terlalu lama di tempat terbuka, maka jus akan mengalami proses oksidasi akibat udara dan cahaya yang akhirnya membuat nilai gizi olahan buah tersebut justru berkurang bahkan hilang. Jika ingin mendapatkan nutrisi jus yang lebih baik, sebaiknya setelah dibuat, jus langsung diminum.
Inilah beberapa kesalahan yang sering terjadi saat mengolah jus. Yuk, hidup sehat dengan minum jus buah setiap hari.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan