Ada Waktu Untuk Mengaji Satu Juz Per Hari?

kumparanSTYLEverified-green

clock
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Ilustrasi waktu (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi waktu (Foto: Thinkstock)

Apakah mengaji satu juz per hari sulit? Bagi komunitas One Day One Juz tidak. Padahal mereka juga sambil bekerja. Bagaimana dengan Anda?

Berbagai macam aplikasi Alquran dalam gawai tak lantas membuat seseorang mudah dan mau untuk membacanya secara rutin, paling tidak satu juz (sepuluh lembar) satu hari. Alasannya beragam, tapi utamanya karena kesibukan.

Komunitas One Day One Juz saat pengajian (Foto: Komunitas One Day One Juz)
zoom-in-whitePerbesar
Komunitas One Day One Juz saat pengajian (Foto: Komunitas One Day One Juz)

Komunitas One Day One Juz (ODOJ) sebenarnya bisa  menjadi solusi efektif untuk mereka yang ingin serius merutinkan diri untuk membaca Alquran. Namun untuk sebagian orang, ikut komunitas tersebut justru memberatkan.

kumparan bertanya ke beberapa orang terkait, apakah mereka bisa menyempatkan waktunya untuk membaca Alquran paling tidak satu juz per hari.

Lisa (21), seorang staf di pusat perbelanjaan mengatakan tak tahu soal komunitas ODOJ. Dia masih sempat mengaji setiap hari, namun sangat sulit untuk mengaji sampai satu juz.

“Maklum kan kerja, paling habis salat saja," ucap Lisa, Selasa (24/1).

Senada dengan Lisa, Allifah salah satu pengunjung juga menyebut tak tahu-menahu soal komunitas ODOJ. Soa baca Alquran, Allifah juga merasakan kesulitan.

"Baca Alquran paling seminggu sekali, setengah jam,” kata Allifah dengan senyuman.

Berbeda dengan Lisa dan Allifah, Shena tahu betul soal komunitas ODOJ. Ia juga merasa keberadaan ODOJ sangat bermanfaat.

"Menurut saya bagus ya. Jadi bisa saling ngingetin untuk baca Alquran," ungkap Shena.

Komunitas One Day one Juz (Foto: dok. komunitas One Day One Juz)
zoom-in-whitePerbesar
Komunitas One Day one Juz (Foto: dok. komunitas One Day One Juz)

Shena pun rutin membaca Alquran tiap harinya. Namun karena alasan kesibukan, Ia pun sulit untuk membaca Alquran sampai 1 juz per hari.

Adit, perwakilan dari komunitas ODOJ mengatakan, memang sangat sulit menerapkan komitmen mengaji satu hari satu juz. Karena itu, butuh teman untuk saling mengingatkan dan menguatkan. Menjaga konsistensi dalam sebuah hal baik memang sulit.

Tim dari ODOJ selalu mengingatkan para anggotanya untuk mengaji. Bisa dari pesan berantai di WhatsApp atau via telepon. Komunitas ini sudah memiliki anggota lebih dari 95 ribu orang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia, bahkan WNI di beberapa negara.

Ada tips dari Adit agar kita bisa selalu mencari waktu untuk mengaji.

"Dengan kondisi batin yang relatif lebih stabil, sebaiknya itu dimanfaatkan. Paling tidak 2 lembar selepas salat. Itu sudah lumayan," ungkap Adit.

Al Quran (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Al Quran (Foto: Pixabay)

Selain itu, memanfaatkan waktu senggang selepas makan siang, lanjut Adit, bisa menjadi alternatif. 10 Menit membaca menurutnya bisa sampai menghabiskan 1 lembar bacaan Alquran.

"Kalau weekday, bisa juga bacanya saat di angkutan umum. Baik berangkat atau pulang kerja, kalau weekend kejar kebut baca Alquran setelah Subuh dan setelah Maghrib," ungkapnya.

Seorang wanita sedang mengaji (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Seorang wanita sedang mengaji (Foto: Pixabay)

Seorang peneliti terkait manajemen waktu dari Amerika Serikat, Laura Vanderkam, mengatakan waktu adalah soal prioritas. Bila kita menyatakan tak ada waktu, artinya memang itu bukan prioritas. Ada 24 jam dalam sehari dan 168 jam dalam sepekan. Dikurangi waktu bekerja dan istirahat pun masih tersisa banyak waktu.

“Selalu ada waktu. Bahkan saat kita sibuk, kita punya waktu untuk hal yang penting. Jika kita sudah fokus pada hal yang kita anggap penting, kita bisa membangun hidup yang kita mau dengan waktu yang kita punya,” pesan Laura di Ted Talks.

Jadi, apakah kita punya waktu?