Alasan Wanita Kecanduan Belanja, Hilangkan Stres dan Mencari Kepuasan

kumparanSTYLEverified-green

clock
comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Shopaholic si gila belanja (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Shopaholic si gila belanja (Foto: Thinkstock)

Bagi kamu yang pernah menyaksikan film Confession of Shopaholic, pasti tak asing lagi dengan tokoh Rebecca Bloomwood yang diperankan oleh Isla Fisher. Film yang satu ini menceritakan mengenai perilaku gila belanja yang dialami Rebecca, atau yang dikenal dengan istilah shopaholic.  Rebecca dikisahkan kecanduan belanja, sehingga terus menggesek kartu kredit miliknya tanpa memikirkan kemampuannya dalam melunasi tagihan kartu kredit tersebut. Padahal,  Rebecca seringkali juga tak membutuhkan benda yang dibelinya. 

Semua dilakukannya murni karena tergoda diskon dan dorongan untuk merasa bahagia ketika berbelanja. Hidup Rebeca diwarnai kepanikan dan ketegangan dalam upayanya melarikan diri dari kejaran debt collector alias penagih hutang.  Apa kamu pernah mengalami kejadian seperti yang terjadi pada Rebecca?  Jika kamu sering berbelanja di luar kebutuhan dan tak mampu menahan diri,  sebaiknya berhati-hatilah, karena kamu bisa saja disebut sebagai shopaholic. Psikolog Kasandra Putranto menuturkan bahwa di samping kebutuhan yang mendesak, orang sesungguhnya berbelanja untuk melepaskan stres dan merasa senang.  Saat berbelanja,  otak akan mengeluarkan hormon bahagia bernama endorfin dan dopamin. Hal inilah yang menjadikan kamu akan merasa puas dan senang ketika membeli sesuatu.  Namun,  pada orang yang memiliki kadar endorfin dan dopamin yang rendah pada dirinya, belanja bisa menjadi sebuah adiksi dan kecanduan. Mereka secara sadar berbelanja dan membeli hal yang tidak mereka butuhkan hanya karena ingin merasa senang dan bahagia.  Hal ini justru dinilai berbahaya.  "Manusia itu punya mekanisme pengendalian diri yang namanya kontrol diri internal dan eksternal," jelas Kasandra saat ditemui kumparan pada acara #Shopalogic PermataBank di Mal Taman Anggrek, Kamis (2/3). Jika kamu sering berbelanja karena gampang terpengaruh diskon dan perilaku teman, hal ini mengindikasikan kontrol diri eksternal kamu lemah. Hal sebaliknya berlaku pada kontrol diri internal.  Orang yang tahu pasti bahwa apa yang dibelinya merupakan sebuah kebutuhan dan tidak gampang terpengaruh untuk berbelanja diluar itu menunjukkan bahwa kontrol internalnya bagus. 

Sebelum memutuskan untuk berbelanja, ada baiknya pikirkan terlebih dulu apakah barang yang ingin kamu beli merupakan suatu kebutuhan mendesak atau hanya sekadar pemuas keinginan semata.