kumparan
31 Desember 2018 18:45

Band Nirvana Gugat Marc Jacobs karena Hak Cipta Logo Ikonisnya

Kaos Marc Jacobs dengan logo yang mirip dengan smiley face milik Nirvana.
Kaos Marc Jacobs dengan logo yang mirip dengan smiley face milik Nirvana. (Foto: Marc Jacobs)
Rumah mode asal Amerika Serikat, Marc Jacobs, baru saja digugat oleh grup band populer Nirvana. Permasalahan terjadi karena Marc Jacobs menggunakan desain logo ikonis ‘Smiley face’ milik Nirvana ke salah satu koleksi kaos terbarunya.
ADVERTISEMENT
Desainnya terlihat sangat mirip. Yang membedakannya hanya tulisan Nirvana yang diganti menjadi ‘HEAVEN’ dan huruf ‘X’ sebagai mata yang diganti menjadi huruf ‘M’ dan ‘J’. Penggunaan warna pun sama, dengan warna kuning khas logo ikonis Nirvana.
Kaos Nirvana dengan logo ikonisnya.
Kaos Nirvana dengan logo ikonisnya. (Foto: Amazon, Nirvana)
Kaos Marc Jacobs dengan logo tersebut merupakan bagian dari koleksi ‘Bootleg Redux Grunge’ yang dirilis pada 1993 silam. Kaos ini didesain langsung oleh Marc Jacobs untuk brand busana Perry Ellis ketika ia masih menjadi desainer di sana.
“Kaos eksklusif ini adalah bagian dari koleksi 1993 Grunge yang dibuat langsung oleh Marc Jacobs saat ia masih di Perry Ellis,” tulis rumah mode Marc Jacobs di situs resmi keterangan produknya.
Dilansir The Fashion Law, permasalahannya adalah, Nirvana telah lebih dulu mematenkan logo ‘smiley face’ tersebut di 1992 silam. Sehingga, kini mereka menggugat Marc Jacobs karena pelanggaran hak cipta (Copyright).
ADVERTISEMENT
Logo asli ‘Simley face’ merupakan logo yang amat berarti bagi grup band Nirvana dan penggemarnya. Bagaimana tidak, logo tersebut didesain langsung oleh mendiang Kurt Cobain yang meninggal pada 1994.
Sejak saat itu, logo ‘simley face’ ini menjadi salah satu ikon band rock tersebut. Logo-logonya banyak dijumpai pada berbagai merchandise resmi Nirvana, termasuk kaosnya.
Hingga saat ini, Marc Jacobs belum memberikan komentar dan masih mendapatkan berbagai kritikan pedas di sosial media karena gugatan dari Nirvana tersebut. Bagaimana pendapat Anda?
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan