Benarkah Pijat Punggung Bayi Pakai Teh Bisa Keluar Duri?

Video bayi yang dipijat menggunakan air teh lalu keluar duri dari punggungnya, viral dan banyak diperbincangkan para pengguna Facebook. Ada yang yakin, ada juga yang tidak percaya duri bisa keluar dari punggung bayi.
Mell Zhen, pengguna Facebook yang mengunggah video ini mengatakan, pijat dengan air teh pekat merupakan tradisi turun-temurun agar bayi yang semula rewel bisa tidur dengan tenang.
Pijat dengan teh biasa dilakukan oleh ibu-ibu kepada anak mereka yang baru beberapa minggu dilahirkan. Rata-rata usia anak yang dipijat dengan teh pekat ini antara 30-100 hari.
Berikut unggahan lengkap dari Mell Zhen soal memijat bayi dengan teh pekat.
Lalu benarkan demikian?
kumparan (kumparan.com) mengkonfirmasi hal tersebut kepada Dosen dan praktisi kesehatan anak sekaligus Ketua Umum Sentra Laktasi Indonesia (SELASI), dr Wiyarni Pambudi, SpA, IBCLC.
Dokter Wiyarni mengatakan pijatan yang diberikan pada bayi bisa menambah selera menyusu, meningkatkan daya tahan tubuh, membuat bayi tidur pulas, dan mengatasi tegang otot bayi.
Pijat pada bayi biasanya menggunakan minyak nabati seperti minyak telon, kelapa, zaitun dan lainnya. Sementara dalam video tersebut, pijat dilakukan dengan menggunakan air teh.
Menurut dr Wiyarni, hingga saat ini belum ada laporan soal efek samping terkait memijat dengan menggunakan teh.

dr Wiyarni menjelaskan, benda hitam mirip duri yang keluar saat pemijatan itu adalah lanugo atau rambut halus dan tipis. Lanugo akan rontok secara alami pada fase minggu-minggu pertama kelahiran bayi.
"Lanugo ini sering dijumpai di kulit punggung hingga lengan atas bayi, terutama bayi kurang bulan atau yang lahir prematur," jelas dr Wiyarni yang juga Satgas ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) kepada kumparan, Senin (22/5/2017).
Teh yang digunakan untuk memijat itu akan menyebabkan lanugo berwarna hitam dan mirip seperti duri.
"Yang terlihat seperti duri halus berwarna hitam di punggung bayi itu sebenarnya karena warna teh pekat yang dioleskan di kulit bayi. Lanugo di punggung bayi melekat satu sama lain sehingga menjadi kelihatan tebal dan tajam," katanya.
