Bertemu Jokowi, Desainer Busana Muslim Ingin Bangun Fashion District

Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo sempat menyambangi acara tahunan Muslim Fashion Festival. Presiden mengapresiasi para desainer Indonesia atas karya-karya mereka.
Menyambung hal tersebut, sebanyak 29 desainer busana muslim mendapatkan kehormatan untuk bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor. Pertemuan tersebut rupanya dilakukan atas permintaan Jokowi sendiri.
Usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo selama satu jam, perwakilan desainer busana muslim memberikan keterangan pers. Disampaikan bahwa nantinya, akan ada Muslim Fashion District di Indonesia.
"Tadi disepakati kita akan buat fashion district, jadi Muslim Fashion District kita akan cari tempatnya di mana. Tadi ada beberapa usulan, salah satunya di Pasar Baru atau Kota Tua," kata anggota KEIN Irfan Wahid di Istana Bogor, Kompleks Istana Kepresidenan, Jawa Barat, Kamis (26/4).
Irfan menambahkan Muslim Fashion District yang ada di Tanah Abang atau Kota Tua nanti akan dibuat seperti Harajuku di Tokyo, Jepang. Bedanya, Muslim Fashion District ini nanti lebih khusus kepada busana-busana yang bernuansa Islami.
"Tadi intinya untuk menguatkan bagaimana fashion muslim Indonesia. Nah akhirnya kami menggagas, kita undang stakeholder, pelaku-pelaku dari kementerian, lembaga, kemarin kita kumpulin teman-teman dari fashion desainer maupun pelaku ini lah yang kita undang ketemu Pak Jokowi," ucap Irfan Wahid.

Sementara itu menurut Chairman Indonesia Fashion Chamber, Ali Charisma, desainer busana muslim Indonesia ingin membawa karyanya agar bisa terkenal di dunia. Ali ingin Indonesia punya gaya busana tersendiri.
"Karena Indonesia sebagai salah satu tawaran yang kita punya adalah tidak banyak pilihannya yaitu busana muslim karena sudah kita ketahui ada Paris dengan haute couture, Milan dengan ready-to-wear, Amerika dengan sports wear, Tokyo dengan (gaya) kontemporer, dan London dengan street wear, dan Indonesia dengan muslim wear," beber Ali Charisma.
Dengan adanya gaya busana itu, diharapkan pelaku usaha di dalam negeri tidak usah lagi dibawa ke luar. Namun kita yang membawa pelaku usaha internasional ke dalam negeri.
"Itu jauh lebih efisien dan bermanfaat bagi pelaku bisnis mode jauh lebih efisien secara biaya dan branding promosi Indonesia sebagai pusat mode muslim dunia," tutup desainer yang pernah pamer busana di London, Inggris itu.
