Daycare, Solusi Praktis Menitipkan Anak yang Jadi Andalan Ibu Pekerja

kumparanSTYLEverified-green

clock
comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Daycare jadi solusi ibu bekerja. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Daycare jadi solusi ibu bekerja. (Foto: Thinkstock)

Semakin berkembangnya zaman, banyak wanita yang ingin memperjuangkan kariernya meski telah berumah tangga. Ketika hidup di kota besar, keadaan membuat wanita harus mendukung kebutuhan finansial rumah tangga dengan membantu suami mencari nafkah.

Terlebih, ketika telah mempunyai anak, berkarier dan merawat anak menjadi satu tantangan tersendiri bagi wanita di kota besar. Tak sedikit dari mereka yang memilih penitipan anak, seperti daycare, childcare, atau Tempat Penitipan Anak (TPA). Lembaga seperti ini kini semakin menjamur di Jakarta, mengikuti kebutuhan para ibu yang kian meningkat akibat padatnya jam kerja mereka.

Hal ini lah yang dilakukan oleh Weni (37). Wanita yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu lebih memilih menitipkan anak di daycare. Sebagai perantau, dirinya tidak memiliki keluarga yang dapat mengawasi sang anak jika harus ditinggal dengan pengasuh. Ia merasa jauh lebih aman jika anaknya dititipkan di daycare.

"Yang jelas saya sebagai orang tua merasa lebih aman kalau menitipkan anak di daycare, daripada ditinggal di rumah dengan baby sitter tanpa ada yang awasi. Karena kebetulan tidak ada keluarga di sini, kakek-neneknya di Yogya. Kalau ditinggal di rumah berdua dengan baby sitter ya jelas khawatir, apalagi lihat pemberitaan yang macam-macam," ujar Weni saat ditemui di Kidee Child Care, Senopati, Jakarta Selatan, Kamis (6/4).

Biaya daycare. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Biaya daycare. (Foto: Thinkstock)

Lebih lanjut, Weni menuturkan bahwa banyaknya fasilitas yang diberikan oleh daycare menjadi alasan dirinya lebih memilih menitipkan anak di sana. Biasanya, daycare memang menghadirkan banyak fasilitas seperti CCTV, yang membantu dirinya dan sang suami dapat memantau anak mereka.

“Solusinya cari daycare yang representatif dan dekat dengan kantor, kemudian disini juga kan kita bisa akses CCTV lewat internet. Jadi sewaktu-waktu kita ingin tahu kegiatannya sedang apa ya bisa kita pantau, itu sih,” katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ati (37). Wanita yang bekerja di bidang periklanan ini mengungkapkan bahwa alasannya menitipkan sang anak di daycare, karena selain sebagai wanita karir, dirinya juga seorang perantau. Bagi Ati, daycare bukan hanya sekedar tempat menitipkan anak, tetapi juga menjadi tempat yang baik untuk anaknya belajar dan bersosialisasi.

“Alasannya agar sesuai dengan idealisme kita sebagai orang tua, kebetulan aku juga jauh dari orang tua dan mertua. Jadi mau enggak mau harus ke daycare ini. Bukan sekedar nitipin tapi ada proses belajarnya, dibantu juga stimulus belajar sensorik,” kata Ati.

Bahkan menurut Ati, pemilihan lokasi daycare yang dekat dari kantor itu cukup membantu dirinya menjadi lebih dekat dengan sang anak. Ia bisa mengunjungi anaknya di saat jam istirahat kantor.

“Di Jakarta ini kan waktu juga susah ya kalau ditinggal di rumah, waktu di perjalanan juga lama. Takutnya sampai rumah anaknya udah tidur, lalu waktu berangkat anaknya belum bangun. Kalau di daycare kan dekat dari kantor, lumayan bisa punya waktu lebih banyak sama anak, terus bisa ngecek juga kalau waktu istirahat," ujar Ati.