Dukungan Suami, Kunci Utama Menyusui Lancar dan Nyaman

Setelah mengandung selama sembilan bulan lamanya, menyusui bisa dikatakan sebagai masa paling membahagiakan dalam hidup seorang perempuan. Duduk diam sambil memeluk bayi dalam pangkuan merupakan momen intim yang tak boleh dipandang sebelah mata.
Kendati demikan, menyusui tidaklah semudah kelihatannya. Untuk bisa menjalani masa menyusui dengan lancar dan bebas hambatan, ibu membutuhkan dukungan dari banyak pihak.
Selain kesehatan fisik dan mental yang harus terjaga, ada banyak faktor eksternal yang memengaruhi. Di antaranya adalah lingkungan sekitar yang memberi dukungan moral dan rasa aman pada ibu.
Sebagai sosok terdekat, suami memegang peranan penting dalam menyukseskan proses menyusui bayi. Suami harus mampu menciptakan suasana menyenangkan bagi sang istri.
"Yang paling sederhana adalah menenangkan si ibu. Karena kunci utama agar ibu bisa menyusui adalah si ibu dalam kondisi yang tenang, senang, dan merasa didukung," ujar Dr. Candra Wijaya, M.Epid, Anggota Presidium Gerakan Kesehatan Ibu dan Anak (GKIA), saat ditemui kumparan di FX Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (27/7).

"Hal yang kedua adalah posisi si ibu. Ketika secara mental si ibu sudah siap, posisi kaki jangan menggantung, itu kan membuat lelah sekali," ujar Chandra. "Posisinya yang nyaman, posisinya bisa duduk tapi menapak, (kaki) tidak tergantung," jelasnya.
Sambil istri menyusui atau sedang bersantai, suami bisa melakukan pijat oksitosin untuk sang istri. "Sambil si ibunya menelungkup di kursi ya, sang suami kemudian memijit mulai dari punuk (tulang menonjol di belakang tengkuk), sampai tulang punggung sebatas puting susu ibu," ujar Chandra menjelaskan.
Tindakan memijat ini akan merangsang produksi hormon oksitosin. Hormon ini juga dikenal sebagai 'hormon cinta' yang mampu meredam stres dan memunculkan rasa bahagia.
"Oksitosin itu seperti 'tukang pos'. Ia yang akan men-deliver ASI itu mulai dari 'pabrik'nya, di alveoli payudara menuju ke puting, areola mammae," papar Chandra lagi.
"Suami bisa mendukung dengan memberikan ketenangan, dukungan dengan membawakan air minum, membelai si istri, membisikkan kata-kata sayang," kata dia. Jika rutin dilakukan, maka produksi ASI dijamin akan selalu lancar.
Chandra menjelaskan bahwa dukungan orang-orang terdekat juga memberi peran penting bagi kelancaran ASI. Dukungan orang tua dan mertua, sangat penting sekali. Tetangga, penting sekali.
Kendala lain yang sering dialami orang tua adalah ketika anak sering terbangun di malam hari dan menangis. Hal ini membuat ibu jadi harus bangun tengah malam dan begadang sambil menyusui anak.
Secara tak langsung, hal ini bisa membuat ibu jadi stres. Untuk meringankan hal ini, suami bisa membantu dengan melakukan berbagai tindakan sederhana. "Suami bisa bangun, ke dapur, ruang makan untuk ngambilin minum air hangat untuk si istri. Pijat istrinya sementara ia menyusui bayi. Banyak hal yang bisa dilakukan," jelas Chandra lagi.
Intinya, lakukan hal apapun yang membuat istri merasa nyaman dan didukung!
