Dukungan BNI untuk Pembangunan Kawasan Geopark Rinjani, Lombok

Pulau Lombok memang tak pernah habis dalam menyuguhkan pesonanya. Memiliki tempat wisata yang beragam, serta sajian kuliner yang menggoda membuat pulau yang satu ini kian populer.
Kepopuleran inilah yang lantas membuat Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat berusaha untuk lebih mengedepankan semua aspek yang dimiliki oleh Pulau Lombok. Mulai dari segi wisata, hayati, budaya, dan juga segi geologi Pulau Lombok itu sendiri. Tak dilakukan secara individu, Pemprov NTB menggandeng salah satu perusahaan BUMN, BNI (Bank Negara Indonesia) dalam mewujudkan harapannya.
Untuk merealisasikan hal tersebut, Pemprov NTB dan BNI membentuk konsep pembangunan dan pengembangan kawasan berbasis kekayaan geologi, kekayaan biologi, dan kekayaan budaya, yang diberi nama Geopark Rinjani. Meski namanya Geopark Rinjani, namun konsep ini tak hanya berfokus pada satu daerah lokasi Gunung Rinjani berada, tetapi juga menjangkau 2800 km persegi daerah di Pulau Lombok.

Bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat, konsep yang dibentuk pada Juni 2016 lalu itu kini tengah melakukan pemberdayaan masyarakat, agar nantinya mereka bisa mengembangkan Geopark Rinjani. Meski sudah dibentuk sejak tahun lalu, namun Muhammad Udaya, selaku pengelola pemberdayaan masyarakat CSR BNI, menyebutkan jika masih banyak hal yang harus dilakukan dalam menyempurnakan konsep ini.
"Geopark Rinjani memang sudah ada sejak tahun 2016 lalu, tapi BNI masih berupaya untuk melatih masyarakat setempat, untuk nantinya bisa mengembangkan semua aspek yang tergabung dalam konsep ini," ungkap Udaya saat dijumpai kumparan dalam acara kumparan Getaway Sembalun, di Desa Sembalun, Lombok Timur, Sabtu (28/10).
"Karena konsep ini juga dirancang untuk masyarakat, sehingga untuk menyukseskan Geopark Rinjani, BNI masih terus membina dan mendampingi masyarakat agar mempunyai keterampilan yang bisa berguna bagi diri wilayahnya," tambahnya.

Udaya menjelaskan, jika terdapat empat produk di dalam Geopark Rinjani yang akan segara dirilis dalam warktu dekat. Semua produk ini nantinya akan dikembangkan oleh masyarakat, sehingga penting bagi mereka untuk bisa mengikuti pelatihan yang telah diselenggarakan oleh BNI. Produk tersebut meliputi, Geo Tour, Geo Homestay, Geo Kuliner dan Geo Souvenir.
"Di awal dibentuknya Geopark Rinjani, BNI mengundang orang-orang terbaik dari 4 kabupaten dan 1 kotamadya untuk mengikuti kelompok kerja. Nantinya melalui kelompok kerja inilah, orang-orang pilihan tersebut mendapat pelatihan untuk mengembangkan keempat produk Geopark Rinjani," terang Udaya.

BNI juga membuatkan marketplace berupa sebuah situs Geopark Rinjani, www.geoparkrinjanilombok.com. Marketplace ini didirikan sebagai wadah masyarakat untuk berjualan keterampilan yang sudah mereka miliki, dari hasil pelatihan yang telah diberikan oleh Bank Nasional Indonesia.
"Marketplace ini akan menyediakan semua produk itu, sehingga masyarakat diharapkan bisa berjualan melalui situs tersebut," tuturnya dengan penuh harap.
Kedepannya, saat masyarakat sudah mampu untuk mengembangkan semua aspek yang dimiliki oleh Pulau Lombok, baik BNI dan Pemprov NTB berharap jika Geopark Rinjani bisa menjadi alat bagi mereka dalam memajukan semua wilayah yang ada di sana.
