Harus LDR, Ini yang Wajib Dilakukan Suami pada Istri yang Tengah Hamil

Saat berada pada masa kehamilan, tidak semua ibu hamil atau bumil bisa merasakan kasih sayang dan perhatian lebih dari suaminya. Karena sebagian dari mereka terpaksa harus menjalani hubungan jarak jauh atau yang biasa disebut Long Distance Relationship (LDR).
Pekerjaan suami yang harus bekerja di beda wilayah membuat sang istri harus bersikap mandiri dalam menjaga kehamilannya. LDR tentu akan membuat para bumil merasa kesepian karena harus berjauhan dengan suami tercinta.
Meskipun tidak bisa selalu bersama secara langsung, namun suami tetap harus memberikan kasih sayangnya terhadap sang istri yang sedang mengandung buah cinta mereka. Alternatif cara yang bisa dilakukan adalah dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada sekarang.
"Kalau kita bicara soal LDR, sebetulnya kesulitan utamanya adalah tidak adanya sentuhan fisik. Padahal sebenarnya saat sedang hamil, istri ingin merasakan sentuhan suami seperti dipijat saat lelah, dipeluk atau sekadar dibelai saja," ungkap Ajeng Raviando, Psi saat ditemui kumparan (kumparan.com) beberapa waktu yang lalu.

Ajeng menambahkan bahwa keinginan seperti itu tetap bisa diwujudkan meskipun tanpa adanya sentuhan fisik. "Sebetulnya jika mengingat kemajuan teknologi yang ada, jarak jauh itu bukanlah suatu alasan untuk tidak bisa berkomunikasi," tambahnya.
Dengan perkembangan teknologi saat ini, Ajeng menjelaskan jika pasangan suami dan istri bisa memanfaatkan online chatting atau aplikasi lain seperti skype atau free call yang tersedia. Jika hal ini rutin dilakukan, maka bentuk dukungan kehamilan yang berupa ucapan mesra dari suami tetap bisa dirasakan oleh sang istri.
"Pilihlah kata-kata yang mencermikan perasaan suami yang tulus kepada istri dan sang buah hati yang berada di dalam rahim," jelas Ajeng.
Ungkapan tersebut harus dikatakan secara berempati, karena menurut Ajeng nada suara yang menyiratkan empati akan membuat istri lebih tenang dalam menjalani masa kehamilannya meski tanpa kehadiran suami di sisinya. Sebaliknya, jika tak ungkapan itu tidak terdengar seperti berempati, hal ini bisa menyebabkan istri tidak bersemangat menjalani kehamilannya.

Berempati kepada istri yang tengah hamil sama saja dengan menyuarakan kata-kata penuh cinta dan kasih sayang.
Tak bisa sekali atau dua kali, Ajeng menyarankan agar suami melakukan kegiatan ini sesering mungkin agar sang istri tetap merasakan kehadiran suami meski terpisah oleh jarak dan waktu. "Lakukan secara rutin, karena hal tersebut bisa membuat bumil terus merasa bahagia," paparnya.
Jika istri sudah bahagia, bayangan akan suami yang dicintainya pun akan secara langsung membangkitkan perasaan senang dan antusias terhadap kehamilannya.
"Kebahagiaan sang ibu inilah yang nantinya juga akan berpengaruh terhadap kebahagiaan bayi di dalam kandungannya," pungkas Ajeng mengakhiri perbincangan.
