I-YEV Camp 2018: Ajang Belajar Enterpreneurship bagi Pemuda Pekalongan

kumparanSTYLEverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Para peserta I-YEV Camp 2018 (Foto: Grow to Give)
zoom-in-whitePerbesar
Para peserta I-YEV Camp 2018 (Foto: Grow to Give)

Perusahaan sosial, Grow to Give untuk pertama kalinya menggelar Indonesian Youth Entrepreneur & Voluntary (I-YEV) Camp 2018. Kegiatan kolaborasi antara Grow to Give dan World Merit yang diadakan di Welo River, Petungkriyono, Pekalongan, Jawa Tengah ini merupakan acara pertama yang menerapkan konsep peer educator atau pendidik sebaya dalam bidang kewirausahaan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mencetak pemimpin muda agar mampu melihat peluang bisnis dalam masalah sosial,” ungkap Titik Rusmiati, CEO dan pendiri Grow to Give.

I-YEV Camp 2018 diselenggarakan untuk memperingati Hari Anak Muda Internasional yang jatuh setiap tanggal 12 Agustus. Acara ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 25-28 Agustus lalu dan diikuti oleh 27 pemuda lokal dan 42 delegasi mahasiswa.

Di hari pertama acara, para pemuda lokal dan mahasiswa yang hadir mendapatkan materi mengenai personal development dari Puthut Ardianto pemilik dari @lemospiresbatik dan pendiri Savanna. Mereka juga mendapat materi personal branding dari Amanda Margareth seorang social media influencer, materi model bisnis dan pengembangannya dari Yuniar Kris Santoso seorang vice president dan business development, serta mengenai Sustainable Development Goals (SDGs) dari President World Merit, Salman Alfarisi pada hari pertama.

Dalam acara ini para peserta tidak hanya mendapatkan materi-materi penting saja, melainkan mereka juga menikmati I-YEV layaknya perkemahan musim panas. Pada Minggu (26/8), peserta memulai hari dengan senam pagi dan bermain games untuk mencairkan suasana dan menambah keakraban. Setelahnya mereka belajar mengenai tahapan pembuatan dan pengolahan ide-ide bisnis bersama Mario Agustian Lasut, pendiri dari Indostarter dan MAL Media Group.

Amanda Margareth, social media influencer sedang mengisi materi tentang personal branding (Foto: Grow to Give)
zoom-in-whitePerbesar
Amanda Margareth, social media influencer sedang mengisi materi tentang personal branding (Foto: Grow to Give)

Pemuda lokal dan mahasiswa Pekalongan juga diajarkan tentang bagaimana cara membuat dan memberikan presentasi yang baik dan benar oleh Melvin Mumpuni, pendiri situs Finansialku. Dengan gayanya yang santai dan kekinian, Melvin mampu berdialog dengan peserta, sehingga peserta menjadi mengerti tentang bagaimana dalam meyakinkan atau menyampaikan sebuah pesan kepada calon konsumen atau bahkan investor.

Selain itu, ada juga Emmy Surya yang menyampaikan materi terkait Marketing and Development Online Business, dimana dia telah berhasil melatih peserta tentang bagaimana membuat produk supaya bisa laku di pasar online. Sebagai penutup, Titik Rusmiati sebagai CEO Grow to Give bercerita tentang awal berdirinya Grow To Give yang dilanjutkan dengan menyampaikan cara untuk membuat Logical Framework untuk menggali kebutuhan masyarakat dampingan.

Keseruan I-YEV Camp berlanjut hingga acara malam seni yang disiapkan oleh masyarakat. Beberapa peserta baik dari pemuda lokal dan para mahasiswa turut menyumbangkan beberapa lagu dalam pentas seni yang berkonsep seperti ajang pencarian bakat, Well O Idol.

Pada malam pentas seni Cahyono, Kepala Desa Kayupuring, menyampaikan rasa terima kasih kepada anak muda mahasiswa yang bersedia menjadi pendidik sebaya dalam acara I-YEV Camp 2018 tersebut. Ia juga menambahkan bahwa pemuda desa harus belajar sungguh-sungguh agar di kemudian hari bisa kembali ke desa untuk membangun desanya.

Rumah Well O, tempat kelompok pengrajin Gula Aren dan Kopi (Foto: Grow to Give)
zoom-in-whitePerbesar
Rumah Well O, tempat kelompok pengrajin Gula Aren dan Kopi (Foto: Grow to Give)

I-YEV Camp 2018 ditutup dengan aksi color run yang bertema Asian Games di sepanjang jalan menuju Desa Kayupuring. Setelah itu peserta kemudian mengunjungi rumah warga untuk mengamati pembuatan gula semut yang menjadi produk unggulan warga. Selain itu, peserta juga duduk bersama Ibu Lurah Desa Kayupuring, Pemuda pengelola koperasi serta petani gula aren untuk berdiskusi terkait produk gula semut dan kopi dengan brand Well O dan kontribusi Grow to Give di dalamnya.

Warga desa, pihak penyelenggara, para mentor dan juga para peserta begitu merasakan manfaat dari kegiatan I-YEV. Selain menambah wawasan, mereka bisa saling bertukar pengalaman dan budaya dari daerah masing-masing dan lebih mengenal Desa Petungkriyono beserta kekayaan alamnya.

“Bagi saya, I-YEV Camp 2018 meninggalkan kesan yang luar biasa. Saya mendapat ilmu tentang entrepreneurship, sociopreneur dan yang lainnya. Sekarang tinggal tugas saya bagaimana cara saya untuk bisa mengimplementasikan ilmu tersebut agar bisa berkelanjutan kedepannya” tutur Gilang Ramadhan, salah satu peserta mahasiswa di I-YEV Camp 2018.