Ini Alasannya Kamu Merinding saat Dengarkan Musik

kumparanSTYLEverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi mendengar musik dengan headphone. (Foto: Burst via Pexels (CC0 Licence))
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mendengar musik dengan headphone. (Foto: Burst via Pexels (CC0 Licence))

Saat mendengarkan musik dengan melodi yang belum pernah kamu dengar sebelumnya, tak jarang kamu akan merasa merinding alias goose bumpus. Seluruh bulu kuduk hingga bulu di bagian tangan ikut berdiri ketika musik yang kamu dengar masuk ke relung jiwa.

Pernah mengalami hal tersebut?

Rupanya, fenomena merinding karena mendengarkan musik tersebut dikenal dengan frisson. Uniknya, hal ini tidak dimiliki semua orang. Sehingga, jika kamu merupakan salah satu orang yang kerap merinding jika mendengarkan musik bagus, itu tandanya kamu adalah orang yang spesial.

Bulu tubuhmu akan berdiri saat merasa merinding (Foto: Pixabay/physicsgirl)
zoom-in-whitePerbesar
Bulu tubuhmu akan berdiri saat merasa merinding (Foto: Pixabay/physicsgirl)

Peneliti bernama Matthew Sachs dari University of Southern California, Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka yang mengalami reaksi merinding saat mendengarkan musik memiliki kognisi tingkat tinggi dan cara kerja otak tersebut akan sedikit berbeda dibanding orang lain.

Untuk menyimpulkan hipotesanya ini, Sachs melakukan sebuah tes kecil kepada 20 siswa, di mana 10 di antaranya mengatakan bahwa mereka merinding saat mendengarkan lagu-lagu tertentu. Saat proses penelitian, ia juga melakukan scan terhadap otak semua siswa.

Hasilnya mengejutkan, Sachs menemukan bahwa mereka yang mengalami merinding memiliki lebih banyak hubungan saraf antara 'auditory cortex' yang berurusan dengan pusat pengelola emosi dengan 'prefrontal cortex' yang terlibat dalam kognisi tingkat tinggi, seperti mendengar dan memahami musik. Orang yang kerap merinding saat mendengarkan lagu, kemungkinan emosinya lebih kuat dan intens.

"Kesimpulannya adalah, semakin banyak peningkatan efisiensi antara dua wilayah (korteks) itu, artinya kamu memiliki proses yang lebih efisien di antara keduanya," kata Sachs dalam Oxford Academic seperti dikutip dari Indy100.

Musik bikin merinding (Foto: Dok. Pixabay/Spektrum78)
zoom-in-whitePerbesar
Musik bikin merinding (Foto: Dok. Pixabay/Spektrum78)

Rencananya, Sachs akan berencana untuk melanjutkan penelitiannya demi mengetahui lebih banyak serta memastikan berbagai hal mengenai fenomena merinding ini. Ia berpendapat, fakta temuannya ini bisa digunakan untuk mengobati berbagai penyakit kejiwaan seperti depresi.

"Mungkin musik bisa digunakan untuk menelusuri lebih jauh perasaan seseorang, tentunya dengan bantuan terapis," tutupnya.