Ini Bahaya Menyetel Pilihan Snooze di Alarm untuk Kesehatan Otak

kumparanSTYLEverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mematikan alarm di pagi hari. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Mematikan alarm di pagi hari. (Foto: Thinkstock)

Bagi mereka yang tak bisa bangun pagi tentu akan memilih alarm sebagai alat untuk membangunkan mereka di pagi hari. Kemajuan teknologi yang semakin canggih membuat mereka lebih memilih untuk memyalakan alarm di handphone dibandingkan dengan menggunakan jam beker.

Pilihan snooze di alarm handphone sering dijadikan sebagai cara sebagian besar orang untuk bermalas-malasan sebentar sebelum bangun sesuai dengan waktu bangun yang telah ditentukan.

Lima menit adalah lamanya waktu snooze yang dimanfaatkan orang-orang untuk tidur kembali setelah alarm pertama berdering. Namun, penelitian menunjukkan jika tambahan waktu lima menit tersebut justru tak akan membuat seseorang nampak segar melainkan malah merasa lebih lelah dan bahkan kurang siap untuk menyambut pagi yang cerah.

Ilstrasi mematikan alarm. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilstrasi mematikan alarm. (Foto: Thinkstock)

Para peneliti menganggapp bahwa memencet pilihan snooze di pagi hari menandakan kualitas tidur yang buruk seseorang. Dilansir The Daily Meal, jika seseorang memiliki waktu tidur yang cukup maka besar kemungkinan dirinya akan langsung bangkit dari tempat tidur sesaat setelah alarm pertama berbunyi.

Tapi jika orang tersebut lebih memilih untuk memperpanjang durasi alarm maka hal ini jelas menunjukkan ketidaksiapan orang tersebut dalam beraktivitas di hari itu.

Alarm bangun tidur. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Alarm bangun tidur. (Foto: Thinkstock)

Kurangnya waktu tidur seseorang akan mengakibatkan lambatnya kerja otak yang dalam berpikir sehingga otak akan memberikan sinyal untuk kamu tidur kembali demi menstabilkan fungsi otak.

Tubuh sejatinya akan tersontak ketika mendengar suara alarm yang berbunyi, dan jika kamu mengaktifkan snooze berkali-kali maka hal ini akan berdampak buruk pada kinerja otak. Karena otak senantiasa akan menangkap sinyal lelah dan mengantuk secara terus-menerus.

Waktu bangun tidur yang tidak sesuai dengan rasa lelah tubuh hanya akan membuat otak tak mampu melepaskan hormon stres dalam tubuh. Sebaliknya, tubuh akan dipenuhi dengan kortisol, respons stres yang dapat menyebabkan metabolisme tubuh melambat dan tekanan darah meningkat.

Hal ini juga akan menyebabkan waktu tidur semakin kacau. Dibandingkan dengan mengaktifkan tombol snooze, sebaiknya perbaiki pola tidur kamu agar mendapatkan kualitas tidur yang baik.