Ini Dia Alasan Paskah Selalu Jatuh di Hari Minggu

kumparanSTYLEverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Selamat Hari Paskah. (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Selamat Hari Paskah. (Foto: Pixabay)

Selamat Hari Paskah!

Selain Hari Natal, perayaan Paskah merupakan hari raya terpenting yang dirayakan oleh umat Kristiani seluruh dunia, termasuk Indonesia. Hari Paskah dirayakan untuk memperingati kebangkitan Yesus Kristus ribuan tahun silam setelah wafat di atas kayu Salib.

instagram embed

Berbeda dengan Natal yang dirayakan setiap tanggal 25 Desember di seluruh dunia, Paskah, yang merupakan momen maha penting bagi umat Kristiani ini setiap tahunnya dirayakan pada tanggal yang berbeda.

Persamaannya hanya satu: selalu jatuh pada hari Minggu.

Meski demikian, Paskah selalu jatuh pada akhir Maret hingga akhir April. Pernahkah kamu bertanya-tanya apa alasannya?

Sejak tahun 325, Paskah telah ditetapkan untuk diperingati setiap Minggu pertama setelah bulan purnama pertama, atau yang dikenal sebagai equinox. Setiap tahun, terjadi dua kali equinox.

Equinox atau fenomena ketika siang sama panjangnya dengan malam ini terjadi pada tanggal 21 - 25 April dan 22 - 23 September. Atau bisa dikatakan sebagai permulaan musim semi.

Jadi, Paskah dirayakan pada April, tergantung kapan bulan purnama terjadi pada periode tersebut. Penanggalan Paskah ini menggunakan kalender Gregorian atau kalender solar yang kita kenal saat ini. Keputusan ini diambil setelah perdebatan sengit antara banyak pihak umat Kristiani selama berabad-abad.

Pada zaman dahulu, sistem perhitungan dilakukan menggunakan tabel dan cara yang rumit. Namun seiring perkembangan zaman, perhitungan jatuhnya Paskah dilakukan cepat menggunakan algoritma pada komputer.

Dengan teknologi ini, kamu bisa langsung mengetahui tanggal perayaan Paskah hingga tiga tahun ke depan. Luar biasa, bukan?