Islandia Jadi Negara Pertama yang Setarakan Gaji Pekerja Pria & Wanita

Islandia, sebuah negara yang terkenal dengan auroranya ini menjadi salah satu destinasi wisata yang paling banyak diburu wisatawan. Namun, tak hanya terkenal berkat kekayaan alamnya, Islandia baru-baru ini juga tengah menjadi buah bibir.
Pasalnya, negara yang terletak di barat laut Eropa itu baru saja memilih Perdana Menteri baru, yang juga seorang aktivis lingkungan berusia 41 tahun, Katrin Jakobsdottir. Kini, setelah menghebohkan masyarakat, Islandia kembali membuat kejutan dengan menjadi negara pertama di dunia yang melegalkan upah setara antara pria dan wanita.
Dilansir Independent via Al Jazeera, berdasarkan undang-undang, perusahaan dan instansi pemerintah yang memiliki lebih dari 25 karyawan diharuskan untuk mendapatkan sertifikasi dari pemerintah perihal kebijakan upah yang setara. Apabila perusahaan gagal membayar upah secara rata, maka akan dikenakan sanksi.
“Ini adalah sebuah mekanisme untuk memastikan wanita dan pria dibayar dengan upah yang sama,” jelas Dagny Osk Aradottir Pind, salah satu anggota dari Icelandis Women’s Right Association kepada Al Jazeera.
“Sejak dulu kita memiliki undang-undang yang menjelaskan, bahwa perempuan dan pria harus dibayar secara rata. Namun hingga kini masih ada kesenjangan dari segi upah tersebut,” tambahnya.

Kabar baiknya, aturan tersebut telah berlaku pada Senin lalu, saat hari pertama tahun baru. “Aku rasa semua orang kini mulai sadar, bahwa ini merupakan masalah sistematik yang harus kita benahi dengan metode baru,” jelas Aradottir.
Ia menambahkan, bahwa selama berpuluh-puluh tahun wanita telah membicarakan tentang kesenjangan ini. Tetapi, kesadaran ini baru muncul sekarang ketika undang-undang yang dimiliki Islandia ternyata tidak berjalan dengan baik dan perlu melakukan hal baru untuk memperbaiki masalah tersebut.
Islandia sendiri dikenal sebagai negara yang memiliki ekonomi kuat berkat pariwisata dan perikanannya. Negara ini juga telah dinobatkan sebagai negara terbaik yang memiliki kesetaraan gender oleh World Economic Forum selama sembilan tahun berturut-turut. Nantinya, Pemerintah Islandia telah berkomitmen untuk memberantas kesenjangan gaji gender maksimal pada 2022.
