Jangan Kerja Terlalu Lama Kalau Kamu Enggak Mau Kena Stroke

Pekerjaan yang dijalani sesuai minat mungkin terasa menyenangkan, apalagi kalau pekerjaan itu 'kamu' banget. Tapi ada baiknya kamu harus berhati-hati, karena terlalu banyak bekerja berpotensi menimbulkan penyakit stroke.
Sebuah studi yang dilakukan oleh University College London menemukan karyawan yang terlalu lama bekerja berisiko terkena serangan stroke. Semakin lama mereka bekerja, maka risiko terkena serangan stroke semakin besar.
Dilansir dari The Guardian, Rabu (4/1), para peneliti menemukan orang-orang yang bekerja di atas 50 jam dalam seminggu berisiko terkena serangan jantung 33 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang bekerja dengan waktu rata-rata 30 jam dalam seminggu. Mereka juga memiliki risiko terkena jantung koroner sebesar 13 persen.
Kematian secara tiba-tiba akibat bekerja terlalu keras seringkali disebabkan oleh stroke. Mereka juga cenderung mengabaikan tanda peringatan yang berakibat pada tertundanya tindakan medis.

Peneliti menganalisis data dari 17 studi yang melibatkan hampir 530 ribu pria dan wanita yang telah dijadikan bahan penelitian selama rata-rata 7,2 tahun. Para peneliti menemukan risiko stroke lebih tinggi pada orang-orang yang bekerja selama 55 jam atau lebih, dibandingkan dengan mereka yang bekerja dengan waktu standar, yaitu 35 sampai 40 jam dalam seminggu.
Semakin lama waktu kerja mereka, maka risiko terkena serangan stroke juga semakin tinggi. Mereka yang bekerja antara 41 jam dan 48 jam memiliki risiko terkena stroke 10 persen lebih tinggi. Sementara mereka yang bekerja selama 49 sampai 54 jam risikonya meningkat hingga 27 persen.
Bekerja keras untuk membayar cicilan rumah atau keliling Eropa boleh-boleh saja, asalkan kamu enggak lupa dan lalai untuk memperhatikan kesehatanmu. Jadi sebelum terkena stroke, ada baiknya kurangi intesitas kerja ya.
