Jengkol, Dicintai Karena Rasa, Dibenci Karena Aroma

Benci tapi rindu. Mungkin ungkapan inilah yang tepat untuk menggambarkan posisi jengkol di hati para penikmatnya.
Jengkol, atau yang juga dikenal dengan istilah jering ini berbentuk bulat. Tanaman yang satu ini memiliki warna cokelat dan menimbulkan aroma tak sedap pada urin kamu.
Tekstur jengkol yang telah di masak akan menjadi lunak, empuk, dan legit. Sambal goreng jengkol, semur jengkol, gulai jengkol, jengkol kecap, hingga rendang jengkol jadi sejumlah olahan makanan jengkol yang digilai banyak orang
Banyak yang suka, namun banyak juga yang membencinya. Orang-orang menyukai jengkol karena tekstur legitnya yang mirip daging serta sensasi rasa manis dan pahitnya yang melebur dengan nikmat. Hmm... Dijamin mampu membuat kamu ketagihan.
Banyak juga orang yang memiliki persepsi negatif terhadap jengkol. Bahkan saking antinya, banyak orang mengaku sama sekali tak pernah mencicipi jengkol seumur hidupnya. Saat ditanyai alasannya, semuanya kompak menjawab bahwa tak suka terhadap aroma tidak sedap yang ditimbulkan oleh jengkol.
Ciri khasnya inilah yang membuat jengkol begitu dicintai sekaligus dibenci oleh penikmatnya. Aroma tak sedap yang dimiliki jengkol berasal dari asam amino yang mengandung sulfur, atau yang dikenal dengan nama belerang.
Berbagai zat seperti pentathiocane, trithiolane, djenkolic acid atau jengkolat, tetrathiane, dan hexathionine jadi penyebab utama timbulnya aroma menyengat dari jengkol.
Aroma menyengatlah yang menempatkan jengkol dalam urutan makanan kelas 'menengah ke bawah'. Banyak orang masih malu untuk jujur mengakui dirinya sebagai penggemar jengkol dikarenakan hal ini.
Namun ada kekurangan, tentu ada kelebihan.
Meski memiliki rasa unik yang nikmat (bagi penyukanya) serta beraroma menyengat, jengkol terbukti memiliki sejumlah manfaat baik bagi kesehatan, lho.
Jengkol amat kaya akan karbohidrat, protein, vitamin A, B,C, steroid, glikosida, minyak atsiri, alkaloid, tanin, serta saponin. Gizi yang terkandung dalam jengkol bahkan mampu mengalahkan tempe, lho.
Kaya akan zat besi, jengkol jadi makanan yang sangat cocok dikonsumsi oleh kamu yang mengalami anemia. Jengkol juga bisa mengatasi penyakit jantung koroner, membasmi radikal bebas, mencegah diabetes, mengatasi sembelit pada ibu hamil, serta melindungi tulang dan gigi.
Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu termasuk Tim Pecinta Jengkol atau Tim Anti Jengkol?
