Kejengkolan, Ketika Seseorang Terlalu Banyak Mengonsumsi Jengkol

kumparanSTYLEverified-green

clock

Olahan jengkol. (Foto: Instagram  @jengkolmantap)
zoom-in-whitePerbesar
Olahan jengkol. (Foto: Instagram @jengkolmantap)

Jengkol, tumbuhan dengan nama lain jering atau jariang dalam bahasa Padang ini merupakan tumbuhan yang berasal dari wilayah Asia Tenggara. Bentuknya bulat dan berwarna cokelat serta memiliki tekstur yang cukup keras.

Banyak orang yang tidak menyukai jengkol karena baunya yang akan tertinggal di rongga mulut sehingga menyebabkan aroma mulut menjadi tak sedap. Meskipun begitu, jengkol sangat populer di beberapa negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Myanmar, Thailand dan tentunya Indonesia.

instagram embed

Namun tahukah kamu jika terlalu banyak mengonsumsi jengkol dapat menimbulkan penyakit yang disebut dengan kejengkolan?

Bukan candaan bukan dusta, hal ini sungguh benar adanya. Dituturkan oleh dosen Tata Boga Universita Negeri Jakarta, Guspri Devi Artanti, S.Pd, M.Pd, terlalu banyak mengonsumsi jengkol bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

"Kalau terlalu banyak makan jengkol akan menyebabkan penyakit yang disebut dengan kejengkolan," jelas Devi saat diwawancarai kumparan (kumparan.com), Kamis (29/03).

Jika seseorang sudah mengalami kejengkolan maka bisa memicu terjadinya keracunan jengkol dengan menunjukkan gejala seperti nyeri perut, nyeri pinggang, muntah dan jika hal ini bisa lebih parah dengan adanya darah pada urine.

instagram embed

Keracunan jengkol harus diatasi dengan menurunkan tingkat asam jengkolat yang dapat diturunkan dengan meminum banyak air. Hindari mengonsumsi jengkol saat perut kosong dan olahlah jengkol sampai matang untuk mengurangi asam jengkolat yang terkandung pada biji jengkol.

Lebih lanjut, dosen yang mengajar mata kuliah Pengolahan Makanan Nusantara ini menjelaskan mengenai kandungan yang ada di dalam jengkol. Biji jengkol mengandung asam jengkolat yang tersebar merata di seluruh bagian bijinya. Kadar asam jengkol berbeda-beda tergantung dari jenis dan umur biji jengkol.

Ditambahkan oleh celebrity chef Yuda Bustara, menghilangkan bau jengkol saat diolah tidak begitu sulit. Jengkol juga tidak akan menimbulkan bau menyengat jika dimasak oleh orang yang andal mengolahnya.

"Supaya aromanya tidak pekat, jengkol direndam dulu selama semalaman supaya teksturnya jadi lembut dan aromanya tidak terlalu kuat. Setelah itu jengkol baru bisa diolah," demikian ujar chef Yuda saat diwawancarai kumparan, Kamis (29/03).