Ketulusan Hati Putri Diana sebagai Seorang Filantrop

Sosok Putri Diana telah menjadi inspirasi bagi masyarakat di seluruh dunia atas ketulusannya dalam membantu sesama sebagai seorang filantropi.
“Membantu orang yang membutuhkan adalah sesuatu yang baik dan menjadi bagian dari hidup saya, seperti sudah menjadi takdir bagi saya,” ungkapan tersebut benar-benar menggambarkan sosok Putri Diana di mata publik.
Putri Diana telah menjadi inspirasi bagi orang di seluruh dunia, terkenal karena kecantikannya, pilihannya dalam berbusana, dan tentu saja pernikahannya dengan Pangeran Charles. Tetapi yang membuat Putri Diana berbeda adalah ketulusan dan keinginannya untuk selalu memberikan yang terbaik dalam membantu sesama.
Tugasnya sebagai seorang filantropi yang kerap menyentuh hati masyarakat membuat Diana mendapat julukan the People’s Princess. Setelah perceraiannya dengan Pangeran Charles, Diana menggunakan popularitasnya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu kemanusiaan yang sangat penting. Perempuan kelahiran 1 Juli 57 tahun silam ini tercatat telah membantu lebih dari 100 kegiatan amal di seluruh dunia.

“Dampak secara keseluruhan yang telah Diana berikan terhadap kegiatan amal sangat signifikan jika dibandingkan dengan orang lain selama abad ke-20 ini," tutur Stephen Lee, direktur dari UK Institute of Charity Fundraising setahun setelah kematian Putri Diana seperti dilansir dari Independent UK.
“Tidak ada yang memberikan kebahagiaan lebih untuk saya selain dapat membantu orang-orang yang paling membutuhkan,” tutur Putri Diana kepada Martin Bashir untuk BBC pada 1995 lalu.
Kedatangan Putri Diana ke Angola pada tahun 1997 untuk mengunjungi korban yang terdampak ranjau darat membuat kasus ini mendapat perhatian lebih dari dunia dari pada upaya-upaya yang telah dilakukan sebelumnya. Setelah kunjungan tersebut, perwakilan dari 122 pemerintah bertemu di Ottawa, dan menyetujui larangan penggunaan ranjau darat.
Hingga kini, kepedulian masyarakat masih terus berlangsung terhadap isu senjata di wilayah Angola dan sekitarnya meski Putri Diana telah membuat komitmen pada puluhan tahun lalu. Saat ini Pangeran Harry, yang mempelopori kegiatan amal untuk para korban ranjau darat, yaitu The HALO Trust, dan baru-baru ini ia mengumumkan wilayah tersebut akan bebas dari senjata pada tahun 2025.
Tidak hanya itu, Putri Diana juga terkenal akan ketulusannya dalam membantu anak-anak yang menderita penyakit serius seperti kanker. Ia bahkan ditunjuk sebagai pelindung dari Rumah Sakit Great Ormond Street untuk Anak-Anak dan Rumah Sakit Royal Marsden, Diana sering terlihat datang mengunjungi dan menghibur anak-anak di kedua rumah sakit tersebut.

“Saya mengunjungi mereka kurang lebih seminggu tiga kali dan menghabiskan waktu sekitar empat jam bersama pasien untuk memegang tangan dan mengobrol dengan mereka. Beberapa dari pasien akan bertahan hidup dan sebagian dari mereka akan meninggal, tetapi mereka harus disayangi selama berada di rumah sakit. Dan saya mencoba untuk selalu ada untuk mereka,” ungkap Diana.
Kini kegiatan tersebut diwarisi oleh Pangeran William, sebagai presiden dari Rumah Sakit Royal Marsden, sebuah institusi kanker yang juga dulu diwakili oleh ibunya pada tahun 1989 hingga 1997.
Selain itu, HIV/ AIDS dan anak-anak terlantar juga mendapat perhatian besar dari Putri Diana. Ia telah menjadi tokoh penting yang menghancurkan stigma masyarakat mengenai HIV/ AIDS. Pada bulan April 1987, ia untuk pertama kalinya membuka unit perawatan HIV / AIDS di Inggris. Tempat tersebut secara eksklusif merawat pasien yang terinfeksi virus, di Middlesex Hospital, London.

Ada sebuah foto ikonik yang menjadi bukti akan kepedulian Diana terhadap HIV/ AIDS. Dalam foto tersebut, ia bersalaman dengan seorang penderita HIV/ AIDS tanpa menggunakan sarung tangan, meskipun saat itu masyarakat tengah ramai membicarakan tentang bagaimana proses penularan penyakit itu. Putri Diana menjadi sosok revolusioner yang meyakinkan masyarakat bahwa menyentuh penderita HIV/ AIDS bukanlah hal yang berbahaya.
Putri Diana juga terkenal akan kepeduliannya terhadap anak-anak terlantar dan berbagai isu global lainnya yang terkait dengan kemanusiaan. Ketulusan hati yang dimiliki Diana membuat banyak orang terinspirasi. Meski ia telah meninggal 21 tahun yang lalu, apa yang telah ia lakukan telah melekat dalam benak masyarakat dan telah banyak membuat perubahan di seluruh dunia.
