Kolaborasi Beyoncé dengan Balmain Luncurkan Koleksi untuk Amal

Anda tentu masih ingat dengan kemeriahan penampilan Beyoncé di festival musik tahunan Coachella pada April 2018 lalu. Tata panggung yang megah, ratusan penari latar, daftar lagu yang ia mainkan, reuni bersama Destiny’s Child di panggung, hingga kostum yang Beyoncé kenakan seakan berhasil menghipnotis penonton di seluruh dunia.
Dalam penampilan tersebut, Beyoncé menunjukkan sisi feminismenya dan memotivasi penonton, terutama perempuan. Ia juga menjadi perempuan kulit hitam pertama yang tampil di Coachella. Penampilan ikonik Queen Bey malam itu berhasil membuat Coachella mendapat sebutan khusus menjadi Beychella.

Ternyata momen spesial tersebut telah menginspirasi banyak orang, termasuk Beyoncé sendiri dan Olivier Rousteing, desainer Balmain yang merancang kostum Beyoncé saat tampil di Coachella. Momen itu terjadi saat Beyoncé dan seluruh penari latarnya melakukan latihan dengan mengenakan atribut lengkap. Rancangan kostum Balmain yang mereka kenakan terinspirasi dari seragam marching band bersejarah milik mahasiswa dan kampus kulit hitam di Amerika Serikat.
“Saat Beyoncé melihat semua penari menyukai pakaian yang dikenakan, dan ia juga menyukainya, Beyoncé menyadari bahwa apa yang kami ciptakan di panggung untuknya, untuk para penarinya, adalah sesuatu yang dapat memberikan dampak baik,” ungkap Rousting dikutip dari Vogue.
Hingga akhirnya, terciptalah ide untuk membuat koleksi khusus Beyoncé x Balmain yang dapat dibeli para penggemar ibu tiga anak itu dan membuat mereka menjadi bagian dari sejarah. Balmain akan merilis tiga koleksi baju yang rencananya akan dirilis pada 13 Juli mendatang di gerai Balmain di Paris.
Pada hari yang sama pula, koleksi tersebut akan dijual secara online di situs resmi Balmain dan Beyoncé. Koleksi kolaborasi tersebut adalah dua sweatshirt berwarna shocking pink dan kuning seperti yang dikenakan Beyoncé di Coachella, serta sebuah kaus hitam dengan desain ala sorority yang sama. Harga kausnya dibanderol seharga US$ 290 atau sekitar Rp 4 jutaan dan untuk sweatshirt dibanderol seharga US$ 550 sampai US$ 1.790 atau sekitar Rp 7 juta sampai Rp 25 juta.

“Saya bekerja keras bersama Beyoncé untuk penampilan Beychella-nya, dan fakta bahwa kita dapat meluncurkan kolaborasi berdasarkan kreativitas antara saya dengannya. Ini adalah sebuah langkah besar bersama yang terjadi di dunia fashion dan musik," ujar Olivier.
"Beyoncé, ia adalah sosok yang perfeksionis. Ia adalah sosok yang kuat, ia adalah tentang feminisme, memberdayakan perempuan, dan ketika kami dapat berbagi ide untuk membuat kolaborasi tersebut, berbagi visi yang sama tentang musik, fashion, tentang segala sesuatu yang sedang terjadi di dunia, membuat koleksi tersebut lebih dari sekadar baju. Koleksi tersebut adalah sebuah pesan kuat, dan saya bangga bisa menjadi bagian dari itu,” lanjutnya lagi.
Olivier mengatakan bahwa kolaborasi ini adalah salah satu cara mereka berdua untuk menunjukkan kepada generasi muda bahwa apa yang mereka suarakan adalah hal yang penting dan dapat membuat mereka menjadi bagian dalam sejarah.

Selain memberikan pesan untuk tidak pernah berhenti bermimpi, Olivier menghubungkan kesuksesan Beyoncé, pesannya untuk melawan rasisme, dan membela perempuan, adalah harapan yang ingin ia rasakan saat tumbuh di Prancis. Olivier merasa kolaborasi ini sangat dekat dengan dirinya yang merupakan orang kulit hitam dan memiliki orang tua berkulit putih.
Oleh karena itu, hasil dari kerja sama ini akan diberikan kepada United Negro College Fund, mengikuti langkah Beyoncé yang telah memberikan sebanyak 100 ribu dolar AS atau sekitar Rp 1.4379 miliar kepada empat perguruan tinggi kulit hitam yang bersejarah setelah penampilannya di Coachella.
“Sumbangan itu adalah tujuan utama dari kolaborasi ini,” kata Olivier. “Kami tidak lupa dari mana kami berasal. Ini benar-benar penting, Anda tahu, saya berasal dari panti asuhan. Saya pikir ada sesuatu yang sangat emosional tentang kolaborasi kami," tegasnya.
