Makan Mayit, Aksi Makan 'Bayi' yang Tuai Kontroversi di Media Sosial

'Makan Mayit'. Apa yang terlintas dalam benak kamu saat mendengar dua kata tersebut?
Seram?
Hal inilah yang dilakukan oleh 15 orang tamu yang hadir pada jamuan makan eksperimental yang digelar oleh seniman Natasha Gabriella Tontey pada Sabtu (25/02) di Jakarta. Namun, makanan yang disantap oleh mereka bukanlah janin sungguhan, melainkan hanya makanan berbentuk serupa.
Acara yang mengusung konsep propaganda ini diberi nama 'Makan Mayit' dan menyuguhkan aneka hidangan berbentuk jabang bayi, otak berdarah, hingga mi yang diletakkan pada bagian perut dan kepala boneka bayi. Terdengar ekstrim dan menyeramkan?
Sang penggagas, Natasha, menjelaskan bahwa dirinya ingin bereksperimen dan bereksplorasi dengan psikodinamika dan fantasi kanibal yang ada dalam diri seseorang. Para tamu yang datangpun diminta untuk berakting bahwa mereka sungguh-sungguh sedang menyantap janin. Dalam menggelar acara ini, Natasha berkolaborasi dengan Footurama.
Sejatinya, aneka makanan yang disajikan seluruhnya merupakan makanan vegetarian.
Namun para tamu yang hadir sengaja diberi propaganda lewat atmosfer, musik, dan dialog untuk mempengaruhi pemikiran mereka. Mereka sungguh dibuat percaya bahwa yang mereka santap adalah bayi dan daging manusia sungguhan, sampai pada akhirnya mereka tak sanggup lagi menyentuh hidangan tersebut.
'Makan Mayit' langsung viral di sosial media setelah para tamu yang hadir mengunggah foto-foto berisi makanan yang mereka santap. Aksi inipun panen kecaman dari berbagai pihak.
Ada yang mengapresiasi, namun juga banyak orang merasa marah dan kecewa akan cara Natasha dalam mengekspresikan seni. Hal ini dinilai sangat menyinggung dan tidak memperdulikan perasaan para calon ibu dan perempuan yang pernah mengalami keguguran.
Musisi terkenal Anjipun turut berkomentar terkait hal ini pada akun Twitter miliknya.
Banyak juga orang yang berkomentar bijak dengan mengemukakan bahwa kemarahan publik dipicu oleh ketidaksiapan mereka dalam menerima hal baru dan tak biasa.
Bagaimana dengan kamu? Apa yang kamu pikirkan terkait aksi 'Makan Mayit' yang diselenggarakan Natasha?
