Manolo Blahnik Ungkap Alasan Mule Jadi Sepatu Idaman Wanita

Tren sepatu wanita hadir silih berganti mengikuti perkembangan zaman dan industri mode. Masih lekat diingatan, beberapa tahun lalu, para wanita sangat menggila-gilai studded heels lansiran Valentino. Bentuknya yang elegan dan cantik mampu membuat kaki para wanita terlihat indah dan jenjang.
Kemudian pada 2017 lalu, para wanita seolah kompak beralih kepada sepatu yang lebih simpel dan nyaman dikenakan. Salah satunya adalah mule. Mule adalah jenis sepatu yang hanya menutupi bagian depan kaki saja. Bagian depannya dibuat lancip, sedangkan bagian tengah kaki hingga tumit dibiarkan terbuka.
Dalam bahasa Indonesia, mungkin mule lebih dikenal sebagai 'selop'. Bedanya, mule tidak memiliki hak tinggi.
Sebenarnya mule sudah ada sejak zaman Romawi Kuno. Tetapi popularitasnya kurang terdengar gaungnya hingga abad ke-16 di Eropa. Karena dulunya, mule adalah sandal tidur yang tidak dipakai di tempat umum.
Namun oleh tangan andal Manolo Blahnik, mule didesain menjadi alas kaki yang dapat membuat pemakainya puas. Bahkan lebih dari itu, mule yang jika dikenakan mengeluarkan bunyi 'click! clack!' saat berjalan, diibaratkan sebagai simbol seksualitas.
Blahnik mulai mendesain mule pada 1991 silam untuk label Isaac Mizrahi. Segala desain dibuatnya, termasuk menambahkan sedikit hak tinggi. Sejak saat itu, mule menjadi alas kaki incaran, bahkan supermodel senior Linda Evangelista memiliki koleksi mule dengan semua warna.
"Mule mudah dikenakan, nyaman, kamu bisa berjalan seharian tanpa merasa lelah. Itu alasannya mengapa mule masih populer hingga kini," tutur sang desainer seperti dikutip Vogue UK.
Di 2018 ini, mule sepertinya masih menjadi alas kaki yang diminati para wanita. Beragam mule kini hadir menjadi pilihan tersendiri, mulai dari berbahan satin, suede, dilengkapi ornamen manik-manik hingga warna-warni yang vivid cocok dikenakan untuk berbagai acara.
"Aku suka sepatu yang tidak punya batas waktu dan periode," tutup Blahnik.
