Mengapa Miss V Mengeluarkan Darah Setelah Bercinta? Ini 6 Alasannya

kumparanSTYLEverified-green

clock
comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Bercinta tingkatkan produktivitas (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Bercinta tingkatkan produktivitas (Foto: Thinkstock)

Normalkah Miss V mengeluarkan darah setelah berhubungan intim? Hal ini adalah pertanyaan yang timbul di benak para wanita. Sebagian dari mereka langsung memeriksakan diri ke dokter, namun sebagian lagi enggan pergi ke dokter lantaran khawatir jika terdapat masalah.

Constance Young, asisten profesor dari Columbia University Medical Center, Amerika mengatakan bahwa Miss V mengeluarkan darah setelah berhubungan intim sebenarnya bukanlah hal yang tidak lazim. Hal ini normal-normal saja sehingga Anda tidak perlu khawatir jika darah tersebut keluar sesekali saja.

"Anda perlu khawatir jika darah keluar setiap kali selesai berhubungan intim dan darah yang keluar semakin banyak seiring berjalannya waktu," ujar Young lgi seperti dikutip kumparan (kumparan.com) dari Refinery29.

Jika hal ini terjadi, bisa jadi Anda memiliki kondisi medis yang cukup serius, seperti kanker serviks hingga penyakit menular seksual. Untuk menyadari dan mengetahui seberapa sering dan banyak frekuensinya, sebaiknya ingat dan catat seberapa sering pendarahan kecil ini terjadi.

Cara terbaik untuk mengetahui penyebabnya serta mendapatkan solusi adalah dengan berkonsultasi dengan ginekolog atau dokter ahli obstetrik yang terpercaya untuk melakukan pap smear. "Anda harus mengidentifikasi penyebab pendarahan sebelum menemukan solusinya," lanjut Young lagi.

Berikut ini adalah sederet alasan yang mungkin saja menjadi penyebab Miss V mengeluarkan darah sehabis bercinta:

1. Penetrasi yang Kasar Seringkali, Miss V mengalami pendarahan akibat adanya gesekan yang terlalu keras pada dinding vagina. Bahkan rahim bisa saja berdarah jika tertekan terlalu keras. 2. Infeksi Miss V Infeksi jamur, bakteri pada Miss V, serta aneka infeksi bisa menyebabkan servisitis alias inflamasi pada rahim. Ada baiknya Anda 'cuti' atau tidak berhubungan intim terlebih dahulu hingga kondisi Miss V telah ditangani dengan baik. Segera kunjungi ginekolog terdekat untuk menyembuhkan kondisi ini.

3. Alat KB Bergeser Jika Anda memasang alat KB spiral pada rahim, mungkin saja saat melakukan penetrasi, alat KB bergeser sehingga menimbulkan gesekan pada rahim yang menyebabkan keluarnya darah lewat Miss V.

4. Datang Bulan Jika Anda baru saja datang bulan atau baru saja menyelesaikan siklusnya, mungkin saja darah yang keluar merupakan darah menstruasi yang tersisa. Bila hal ini terjadi sebaiknya jangan langsung panik.

5. Butuh Lubrikasi Gesekan dari kondom yang tak diberi pelumas bisa saja menyebabkan dinding Miss V jadi lecet sehingga mengeluarkan darah. Hal ini bisa saja terjadi jika Miss V belum 'siap' untuk melakukan penetrasi. Menggunakan lubrikan bisa jadi solusi ideal dan aman.

6. Tanda Peringatan Alasan utama mengapa Anda harus berkonsultasi pada dokter ketika darah keluar secara terus menerus setelah berhubungan intim adalah tanda dari kanker serviks atau penyakit menular seksual lainnya. Ini bisa menjadi sinyal adanya sel abnormal dalam rahim, atau ada sebuah penyakit di dalam Miss V.

Dari sederet alasan yang sudah kumparan sebutkan di atas, tindakan paling bijaksana yang bisa dilakukan adalah berhenti menebak-nebak dan langsung pergi untuk berkonsultasi dengan dokter ahli. Tapi ingat ya, hal ini perlu dilakukan jika hanya pendarahan terjadi secara rutin.