kumparan
7 Jul 2018 9:55 WIB

Mengenal Diet Alkaline, Manfaat dan Cara Melakukannya

Ilustrasi perempuan sedang mengkonsumsi makanan sehat. (Foto: Thinkstock)
Ada begitu banyak macam diet yang mungkin sudah Anda kenal atau pernah Anda dengar, dan bahkan Anda coba.
ADVERTISEMENT
Banyaknya pilihan pola makan tersebut terkadang membuat kita bingung, mana yang harus dicoba. Tentu saja, semuanya kembali lagi pada apa tujuan kita melakukan diet. Apakah ingin turun berat badan, naik berat badan atau sekadar ingin hidup lebih sehat. Tujuan-tujuan tersebut dapat menjadi dasar dalam memilih pola makan yang tepat.
Dari sekian banyak jenis diet, salah satu diet yang juga populer adalah Diet Alkaline. Diet alkaline merupakan diet yang berdasar pada konsumsi makanan yang berbasis tanam-tanaman dan berangkat dari dasar pemikiran bahwa tubuh perlu memiliki kadar keasaman dan basa (Ph) yang seimbang. Sementara, banyak dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari lebih banyak mengandung asam daripada basa. Contohnya daging sapi, ayam, minuman bersoda, kopi, roti, susu dan lain-lain.
ADVERTISEMENT
Karena itu, tubuh memerlukan kadar basa yang tinggi untuk menyeimbangkan asam tersebut. Ini lah yang menjadi konsep dari Diet Alkaline; diet yang bertujuan menyeimbangkan kadar ph tubuh melalui makanan-makanan yang mengandung alkali tinggi.
Kelebihan kandungan asam dalam tubuh dapat berdampak negatif pada tubuh yang menyebabkan Anda sering terkena penyakit. Karena itu, manfaat utama dari diet ini bukanlah penurunan berat badan, namun lebih kepada melawan risiko penyakit, termasuk kanker dan obesitas.
Cara Melakukan Diet Alkaline
Seperti dilansir oleh alodokter.com diet alkaline dapat dilakukan dengan cara mengatur porsi makanan yang bersifat basa (alkali) dengan makanan yang bersifat asam. Porsinya adalah 70 % dan 30 %.
Ilustrasi makanan yang mengadung Alkali. (Foto: Thinkstock)
Makanan yang menghasilkan basa di antaranya adalah sebagian besar buah-buahan dan sayur-sayuran, kedelai, tahu, dan beberapa jenis kacang-kacangan, biji-bijian dan kacang polong. Sayur-sayuran dengan kandungan basa tinggi di antaranya adalah bayam, kale, mentimun, seledri, paprika dan brokoli. Sementara buah dengan kandungan alkali tinggi di antaranya adalah alpukat, semangka, pepaya dan lemon.
ADVERTISEMENT
Khusus untuk buah lemon yang terasa asam di lidah, sebenarnya ketika dicerna oleh tubuh ia akan berubah menjadi alkali.
Sedangkan makanan yang bersifat asam antara lain adalah daging-dagingan termasuk daging ayam dan kalkun, susu, telur, makanan olahan, minuman bersoda, termasuk kopi dan teh.
Selebriti seperti Kate Hudson, Jennifer Aniston dan Victoria Beckham disebut pernah mengikuti pola makan Alkaline ini.
Manfaat Diet Alkaline Untuk Kesehatan Tubuh
Meskipun belum banyak ahli yang mendukung keabsahan diet ini dengan teori keseimbangan ph asam dan basa, namun pada dasarnya pola makan yang mengutamakan bahan sayur-sayuran dan buah-buahan sudah jelas bermanfaat bagi tubuh.
Telah menjadi pengetahuan umum juga bahwa jika kita banyak mengkonsumsi buah dan sayur, hal tersebut memberi manfaat yang tinggi untuk kesehatan tubuh. Begitupun dengan mengurangi makanan-makanan dari bahan daging-dagingan, makanan olahan, minuman soft drink, dan kopi. Jika melakukan pola makanan seperti ini, tidak hanya Anda lebih sehat, namun juga bisa membantu menurunkan berat badan.
ADVERTISEMENT
Dan perlu diingat juga, jika Anda memiliki tujuan menurunkan berat badan atau memiliki tubuh sehat, pola diet apapun akan lebih berhasil jika ditunjang dengan olahraga yang teratur.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan