Moms, Cegah Kematian Anak Akibat Difteri dengan Vaksinasi

kumparanSTYLEverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Vaksin dilakukan sedini mungkin.  (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Vaksin dilakukan sedini mungkin. (Foto: Thinkstock)

Baru-baru ini, Kemeterian Kesehatan Republik Indonesia merilis daftar Kejadian Luar Biasa Difteri, yang terjadi hingga November 2017. Hasilnya pun sangat mengejutkan, penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteria ini pun telah memakan korban jiwa. Bahkan, wabahnya telah menyebar hingga ke 23 Provinsi di Indonesia.

Peta Rekap KLB Difetri (Foto: Sabryna Putri Muviola/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Peta Rekap KLB Difetri (Foto: Sabryna Putri Muviola/kumparan)

Lalu, sebenarnya apa itu penyakit difteri?

Difteri merupakan infeksi bakteri serius yang mempengaruhi selaput lendir tenggorokan dan hidung.

Dilansir Heatline, difteri biasanya menyebar melalui kontak orang ke orang, atau melalui kontak dengan benda-benda yang memiliki bakteri, seperti cangkir. Seseorang kemungkinan bisa terkena difteri jika mereka berada di sekitar orang yang terinfeksi saat bersin, batuk, atau meniup hidung mereka. Bahkan, jika orang yang terinfeksi tidak menunjukkan tanda atau gejala difteri, mereka masih bisa menularkannya hingga enam minggu setelah infeksi awal.

Gejala Difetri (Foto: Instagram/ @klinikpatrialestari)
zoom-in-whitePerbesar
Gejala Difetri (Foto: Instagram/ @klinikpatrialestari)

Gejalanya pun bermacam-macam, mulai dari sakit tenggorokan dan suara serak pada sang buah hati, susah menelan, pembengkakan kelenjar (kelenjar getah bening membesar) di leher, hingga terbentuknya sebuah membran tebal berwarna abu-abu yang menutupi tenggorokan dam amandel. Selanjutnya, anak juga akan sulit bernapas atau napas cepat, menggigil, hingga demam.

Meski mudah menyebar dari satu orang ke orang lain, difteri dapat dicegah melalui penggunaan vaksin. Sayangnya, saat ini masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak memberikan vaksin ke anak mereka, sehingga penyakit ini cepat menular.g

Padahal, imunisasi menjadi salah satu upaya yang disarankan untuk mencegah terjadinya difteri. Biasanya, anak akan diberikan suntukan vaksinasi DPT untuk difteri pada usia 2 bulan. Selain itu, vaksinasi juga akan diberikan saat anak memasuki usia 4 dan 6 bulan.

Jadi, sudahkah anak Anda divaksinasi, Mom?