kumparan
search-gray
Woman8 Februari 2018 9:26

Monique Soeriaatmadja, Sosok Cemerlang di Balik Tenun SOE Jakarta

Konten Redaksi kumparan
Monique Soeriaatmadja
Monique Soeriaatmadja (Foto: Instagram/@monique_soe)
Di kalangan pecinta tenun Tanah Air, nama Monique Soeriaatmadja semakin diperhitungkan. Pasalnya, desainer yang sempat mengenyam pendidikan di London ini jadi desainer Indonesia pertama yang tampil di Fashion Scout, London Fashion Week 2018. Kesempatan untuk memamerkan keindahan tenun dan batik khas Indonesia di kancah internasional pun terbuka lebar.
ADVERTISEMENT
Label SOE Jakarta miliknya memang menjadikan tenun sebagai DNA utama. Brand ini lahir berkat kecintaan mendalam Monique terhadap tenun klasik yang tercipta oleh tangan renta penenun Indonesia.
Di matanya, tenun lebih dari sekadar kain.
"Aku sangat menyadari keringat dan darah si penenun ya," ujar Monique, saat berbincang dengan kumparan (kumparan.com) di Eastern Opulence, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (7/2).
Butuh proses dan waktu yang tak sebentar untuk menghasilkan sehelai tenun yang cantik dan berkualitas.
"Berusaha pakai sebaik mungkin kainnya, jangan sampai banyak yang kebuang. Efisien, aku selalu ngomel sama yang motong kain kalau mereka salah, sayang banget kainnya," ujarnya sambil tertawa.
Meski memiliki passion di dunia fashion, Monique justru berasal dari latar pendidikan yang jauh berbeda. Perempuan ini menekuni jurusan Interactive Media di Goldsmiths, London, Inggris.
ADVERTISEMENT
Jauh sebelum menjadi perancang busana, pada 2008 Monique kembali ke Indonesia dan memulai karier sebagai Public Relation Manager di dua perusahaan berbeda.
Bosan dengan dunia perkantoran, Monique akhirnya memutuskan untuk terjun ke dunia mode. Bersama sang suami, Sandy Soeriaatmadja, Monique merintis label busana pertamanya yang diberi nama ALEX[A]LEXA.
Monique Soeriaatmadja
Monique Soeriaatmadja dari SOE Jakarta (Foto: Stephanie Elia)
Lini busana pertamanya ini berfokus pada daily streetwear yang edgy dan chic. Hingga setelah dua tahun berjalan, ALEX[A]LEXA sukses menjadi finalis kategori Most Innovative Brand versi Cleo Fashion Awards 2013.
Dan kini, Monique fokus pada misinya untuk memperkenalkan tenun ke mata dunia. Secara konsisten, SOE Jakarta terus memadukan tenun tradisional dengan kain modern lainnya.
Siluet yang diciptakan pun kontemporer dan minimalis. Diakui Monique, label keduanya ini diperuntukkan bagi wanita karier atau perempuan muda yang memiliki segudang aktivitas.
ADVERTISEMENT
Tenun yang dipakai seluruhnya handmade, dibuat dengan Alat Tenun Bukan mesin (ATBM). Teknik pewarnaan yang digunakan juga alami atau indigo.
Selama proses produksi, Monique mengaku amat ketat soal aturan pemotongan kain yang tepat. Sebisa mungkin, ia tak ingin ada tenun yang terbuang percuma.
"Karena bikinnya lama banget, kan. Apalagi tuh kalau salah potong, aku ngomelnya bisa berminggu-minggu," ujarnya sambil tertawa.
Dijelaskan Monique, 20 busana bisa menghabiskan ratusan meter tenun. "Pas aku show di Korea, didatengin orang H&M, mereka kaget kalau itu (terbuat dari kain) tenun. ‘Oh orang Indonesia bisa ya bikin kain organik begini’," ceritanya.
Dalam proses memperkenalkan tenun, SOE Jakarta memang masih harus menempuh jalan yang berliku. "Kendalanya memang di kapasitas produksi yang enggak bisa terlalu besar. Tapi fun sih," tutupnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white