Obesitas dan 6 Dampak Lainnya Jika Anak Makan Cokelat Secara Berlebih

kumparanSTYLEverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Cokelat hitam baik bagi kesehatan (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Cokelat hitam baik bagi kesehatan (Foto: Thinkstock)

Siapa yang tidak suka dengan cokelat? Hampir setiap orang pasti menyukai makanan pemanis ini, baik itu orang dewasa maupun anak kecil.

Tapi apakah cokelat baik untuk kesehatan anak? Ya, inilah yang sering menjadi pertanyaan para ibu di luar sana.

Cokelat sendiri dibuat dengan tiga bahan utama, yaitu biji cokelat, susu, dan gula. Dari ketiga bahan ini, biji cokelat memiliki kadar lemak sebesar 50 sampai 60 persen. Sementara itu, gula dan susu menjadi sumber kalori, serta pendukung energi dalam tubuh. Hal inilah yang membuat cokelat sebenarnya baik untuk anak-anak.

"Cokelat bisa menjadi salah satu makanan yang baik untuk anak, asalkan dikonsumsi secukupnya dan tidak berlebihan, " ujar Gaurav Dhir, selaku pekerja di cocoa and chocolate sector, seperti dilansir Quora.

Mengkonsumsi cokelat dalam jumlah sedang dan tak sering memang tidak membahayakan bagi anak. Studi yang dilakukan tentang efek samping cokelat pada anak pun menunjukkan, berapa takaran cokelat yang baik untuk balita.

Sebagian besar penelitian menyarankan, agar para orang tua memberikan cokelat dalam jumlah sedang. Namun, jika sebagai orang tua berlebih dalam memberikan cokelat, maka akan berdampak pada kesehatan buah hati.

Dilansir dari Boldsky, berikut beberapa dampak buruk pada kesehatan anak, jika mengonsumsi cokelat terlalu berlebihan :

1. Obesitas

Obesitas pada anak. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Obesitas pada anak. (Foto: Thinkstock)

Obesitas pada balita merupakan salah satu masalah umum yang kita hadapi secara global. Seperti dikatakan di atas, bahwa cokelat memiliki kandungan lemak sebesar 50 sampai 60 persen, dan ini sangat berbahaya jika dikonsumsi berlebihan oleh buah hati. Obesitas pada anak juga bisa berpengaruh pada penyakiti lainnya seperti jantung.

2. Diabetes Tipe 2

Diabetes pada anak. (Foto: Thinkstock )
zoom-in-whitePerbesar
Diabetes pada anak. (Foto: Thinkstock )

Terlalu banyak asupan cokelat dalam jangka panjang mempengaruhi sensitivitas insulin. Hal ini pada akhirnya akan menyebabkan Diabetes Tipe 2 pada anak.

3. Hiperaktif

Gejala anak hiperaktif. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Gejala anak hiperaktif. (Foto: Thinkstock)

Gula halus yang ada dalam cokelat bisa masuk ke aliran darah. Hal ini akan menyebabkan kenaikan kadar gula darah dan akan memicu produksi sel adrenalin anak, serta membuatnya menjadi sangat hiperaktif.

4. Kecanduan

7 efek samping kelebihan makan cokelat. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
7 efek samping kelebihan makan cokelat. (Foto: Thinkstock)

Mengkonsumsi cokelat secara teratur bisa membuat anak Anda jadi kecanduan. Jika anak sudah kecanduan dengan cokelat, kondisi ini akan jadi sulit untuk ditangani. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memantau jumlah cokelat yang dikonsumsi anak mereka.

5. Lebih Sering Buang Air Kecil

Buang air kecil lebihi sering. (Foto: Thinkstock )
zoom-in-whitePerbesar
Buang air kecil lebihi sering. (Foto: Thinkstock )

5 mg kafein hadir dalam satu ons susu cokelat. Karena kafein memiliki sifat diuretik ringan, anak Anda akan sering mengalami dorongan untuk buang air kecil. Jadi, jangan heran jika anak sering merengek ingin buang air kecil tiap saat.

6. Alergi

Alergi pada anak. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Alergi pada anak. (Foto: Thinkstock)

Selain cokelat, ada beberapa tambahan zat makanan, seperti kacang yang biasanya terkandung dalam sebatang cokelat. Pastikan untuk melihat komposisi makanan yang tertera dalam bungkus cokelat terlebih dahulu, sebelum memberinya ke anak Anda.

7. Masalah Tidur

Kualitas Tidur Anak (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Kualitas Tidur Anak (Foto: Thinkstock)

Meskipun jumlah kafein yang hadir dalam cokelat rendah, hal itu dapat menyebabkan gangguan tidur pada balita jika dikonsumsi dalam jumlah yang banyak. Jadi, selalu ingat untuk membatasi jumlah cokelat yang diberikan pada anak, ya.