Obesitas hingga Asam Urat, Bahaya Mengkonsumsi Kafein Berlebihan

kumparanSTYLEverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kafein dalam kopi. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Kafein dalam kopi. (Foto: Thinkstock)

Berawal dari kebiasaan, dan berakhir pada budaya. Inilah yang terjadi pada fenomena tren meminum kopi yang ada di Indonesia.

Ya, saat ini kopi memang menjadi primadona di dunia kuliner. Hal ini pun diakui oleh pemerhati kuliner dan gaya hidup, Kevindra Soemantri.

"Berdasarkan pantauan saya, semenjak tahun 2014 tren konsumsi kopi ini meningkat, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta. Tren ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di dunia," ujar pria yang juga pernah menjadi kontestan Masterchef Indonesia season pertama saat ditemui kumparan (kumparan.com) di acara Halodoc: Dampak Konsumsi Kafein Berlebih, di Penang Bistro Pakubuwono, Jakarta Selatan, Kamis (9/11).

Meski tren ini mulai ramai di kalangan masyarakat, namun sayangnya kecintaan mereka pada kopi tidak diiringi dengan pengetahuan bahaya kesehatan dari mengkonsumsi kafein berlebih.

Ditemui di kesempatan yang sama, dokter spesialis penyakit dalam, dr Annisa Maloveny, Sp.PD mengatakan, kopi aman diminum selama tidak melebihi batas anjuran yang disarankan.

"Konsumsi kafein pada orang dewasa adalah 200-300 mg sehari atau setara dengan dua sampai tiga cangkir per hari," kata dr Annisa.

"Jumlah tersebut adalah batas maksimal, jadi sebaiknya masyarakat bisa mengkonsumsi kafein di bawah takaran tersebut," sambungnya.

Dokter yang membuka praktik di rumah sakit Hermina Grandwisata, Bekasi ini juga menyebutkan jika kafein sejatinya adalah zat yang baik bagi kesehatan tubuh. Tapi, kafein juga memiliki sisi jahat yang bisa berbahaya jika di minum berlebihan.

Konsumsi kafein 400 mg sehari (Foto: thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Konsumsi kafein 400 mg sehari (Foto: thinkstock)

Konsumsi kafein yang berlebih dapat menimbulkan masalah kesehatan, seperti insomnia, tekanan darah meningkat, munculnya masalah menstruasi, obesitas, inkontinensia urine (buang air kecil yang terus menerus), dan meningkatkan risiko asam urat.

"Bahkan kelebihan kafein dalam jangka waktu panjang dapat mengakibatkan sejumlah permasalahan kesehatan yang lebih serius. Misalnya masalah lambung, terganggunya sistem kardiovaskular, kerusakan tulang, daya ingat terganggu, menurunnya kinerja mental, memicu produksi hormon cortisol dan yang paling parahnya dapat mempengaruhi kesuburan wanita atau bahkan keguguran," papar dr Annisa.

Kopi juga disebut sebagai salah satu minuman yang baik untuk menyehatkan jantung dan mencegah kanker. Biji kopi mengandung senyawa antioksidan yang baik untuk menangkal radikal bebas. Tapi hal ini tak sepenuhnya benar, karena menurut dr Annisa, antioksidan hanya bersifat melindungi tubuh saja.

"Biji kopi memang memiliki indikasi yang baik untuk melindungi tubuh dari kanker, tapi antioksidan yang terkandung di dalamnya hanya bersifat protective, sehingga tak mampu mencegah penyakit kanker secara keseluruhan," ujarnya.

Mengakhiri perbincangan, dr. Annisa mengimbau masyarakat agar tren minum kopi saat ini jangan dijadikan sebagai ajang untuk unjuk eksis semata. Masyarakat juga harus menyadari bahaya di balik minuman yang mereka minum.