Pantau Kondisi Kesehatan Rahim Lewat Warna Darah Haid

Setiap perempuan yang sudah dewasa dan memasuki usia subur pasti mengalami menstruasi atau haid. Siklus datang bulan ini berlangsung setiap bulan, mulai dari tiga hingga tujuh hari. Selain siklus haid yang teratur, ternyata warna darah yang keluar saat datang bulan juga bisa menunjukkan tingkat kesehatan tubuh dan bisa dijadikan sebagai alarm, lho. Sebuah penelitian dari American College of Obstetricians and Gynecologists mengatakan bahwa darah haid menunjukkan tanda-tanda kesehatan layaknya tekanan darah dan suhu tubuh. Berikut ini merupakan sederet tanda dan perubahan yang harus kamu perhatikan saat datang bulan. 1. Darah Berwarna Pink Jika darah haid kamu berwarna pink, berarti kadar estrogen kamu rendah. Terlebih jika jumlah darah yang keluar lebih sedikit dibanding biasanya. Hal ini lebih mungkin dialami oleh perempuan yang sering mengalami aktivitas fisik berat atau atlet. Olahraga yang berlebihan bisa jadi alasan utama, karena bisa mengacaukan sistem haid kamu. Sering mengalami hal ini? Sebaiknya kamu berhati-hati, karena kadar estrogen yang rendah bisa meningkatkan risiko osteoporosis. Penyebab lainnya adalah kurangnya nutrisi dan gejala menopause. Untuk mengurangi gejala ini, konsumsi makanan yang mengandung zat besi, ya! 2. Darah Cair Jika tekstur darah kamu cair, ini menandakan bahwa tubuh kamu sedang kekurangan gizi. Alyssa Dweck, asisten profesor klinis dari Mount Sinai School of Medicine di New York mengatakan bahwa darah yang pucat dan encer merupakan gejala anemia berat. Jika kamu mengalami hal ini selama tiga kali siklus haid, ada baiknya untuk langsung berkonsultasi dengan dokter terpercaya untuk diperiksa lebih lanjut. 3. Darah Cokelat Tua Jangan khawatir. Darah yang berwarna cokelat tua merupakan darah lama yang baru saja terlepas dari dinding rahim kamu. "Kami tak yakin mengenai bagaimana hal ini terjadi, namun terkadang darah mengendap lebih lama dan keluar secara perlahan-lahan," jelas Dweck. Waktu oksidasi cenderung lebih lama, itulah mengapa darah kamu bisa berwarna cokelat kehitaman. 4. Darah Menggumpal Berwarna Merah Tua Jika kamu mengalami hal ini, mungkin tingkat progesteron kamu jauh lebih rendah dibanding estrogen. Darah menggumpal saat haid wajar adanya, tapi jika gumpalan tersebut berukuran besar, hal ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan hormon yang serius pada tubuh kamu. Sebaiknya, kurangi konsumsi susu, kedelai, dan gula berlebih untuk mengurangi hal ini. Adanya miom atau tumbuhnya sel yang tidak sehat pada rahim juga bisa jadi kemungkinan lainnya. Jika kamu merasa kondisi ini amat sering terjadi dan cukup menganggu, periksakan diri ke dokter ya. 5. Darah Berwarna Kelabu dan Merah Jika darah haid kamu berwarna kelabu, merah, dan berbau menyengat, kamu mungkin saja terinfeksi penyakit menular seksual. Solusinya hanya satu, segera kunjungi dokter untuk mendapat penanganan lanjut terkait penyakit ini. 6. Darah Merah Terang Jika darah haid kamu berwarna merah terang, bersyukurlah karena hal ini berarti kamu mengalami haid yang sehat dan normal. Terus jaga kesehatan tubuh dan kebersihan organ intim kamu, ya!
