Pentingkah Memiliki Ikatan Batin dalam Sebuah Hubungan?

kumparanSTYLEverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Chemistry, penting atau tidak? (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Chemistry, penting atau tidak? (Foto: Thinkstock)

Kamu semua pasti pernah berada dalam sebuah hubungan spesial dengan lawan jenis, atau yang lazim dikenal sebagai pacaran. Dan setiap orang tentunya memiliki kriterianya masing-masing dalam menentukan dan memilih pasangan yang tepat.

Ada yang menyukai pria bertubuh tinggi, namun ada juga yang menyukai pria dengan tinggi yang sedang-sedang saja. Ada yang menyukai perempuan bertubuh langsing, namun tak sedikit juga yang lebih memilih perempuan bertubuh berisi atau gemuk. Semuanya relatif tergantung selera masing-masing.

Namun di samping itu semua, satu hal yang selalu diutamakan oleh banyak orang dalam memilih pasangan hanya satu: chemistry. Ya, chemistry atau kuatnya koneksi yang terjalin antara kamu dan si dia. 

Karena jujur saja, siapa yang ingin berpacaran dengan lawan jenis yang rupawan dan baik hati namun sama sekali tak memiliki chemistry atau ikatan batin dengan kamu? 

Meski ikatan tersebut merupakan hal yang amat penting dan harus dimiliki dalam sebuah hubungan, satu hal yang harus kamu ingat adalah chemistry itu bukan segala-galanya. Tak sedikit orang yang terjebak dalam hubungan yang tak sehat hanya karena tak mampu melepaskan diri dari kuatnya chemistry yang terbangun antara kamu dan si dia.

"Chemistry bisa membawa kita kepada orang yang salah, terbawa pengaruh buruk, dan membuat kita tak bisa berpikir jernih," ujar Michael, seorang pakar hubungan asmara asal Amerika Serikat seperti dilansir Pop Sugar.

Hal ini bisa terjadi karena banyak orang begitu terlena dengan perasaan bahagia dan menyenangkan ketika bersama orang tersebut. Dan celakanya, hal ini biasanya membuat kita jadi mengabaikan segala pengaruh dan tindakan buruk yang dilakukan oleh si dia. 

Sudah menjadi naluri dasar manusia bahwa kita semua cenderung merasa penasaran dan memiliki rasa ketertarikan yang lebih tinggi terhadap orang-orang yang tampak 'bandel'. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa banyak perempuan lebih menyukai 'bad boy', sedangkan pria dibuat tergila-gila dengan sosok 'bad girl'. Dalam hal ini, hormon endorfin alias hormon cinta juga turut memainkan peran.

Bagaimana caranya melepaskan diri jika sudah terjebak dalam sebuah hubungan yang tidak sehat dan membawa dampak negatif dalam hidup kamu? Sadari bahwa chemistry bukanlah hal utama yang harus kamu perhatikan dalam memilih pasangan hidup.

Berbagai alasan klasik seperti "aku enggak pernah ngerasain perasaan sekuat ini ke orang lain" atau "aku sudah ngerasa klik dan nyaman banget" harus kamu buang jauh-jauh.  Begitu kamu menyadari bahwa si dia sama sekali tidak bisa membuat kamu menjadi pribadi yang lebih baik, tak peduli seberapa dalamnya ikatan yang terjalin antara kalian, sebaiknya tinggalkan segera.

Sedangkan bagi kamu yang sedang merasa bosan dan mulai berpikir untuk berpisah dan mencari 'tantangan' baru bersama orang lain, sebaiknya pikirkan kembali. Rasa bosan yang terasa dalam sebuah hubungan itu sangat wajar adanya. Ini merupakan sebuah fase yang pasti kamu  alami, karena kamu dan si dia telah merasa nyaman satu sama lain. 

Lima hal yang harus temukan dalam sebuah hubungan adalah rasa ketertarikan, saling menghargai, usaha, kesamaan minat, dan tujuan yang sama. Jika kamu tidak menemukan hal ini dalam diri pasangan kamu, sebaiknya tinjau ulang hubungan yang sedang kamu jalani.

Karena inti dari sebuah hubungan percintaan yang sehat adalah hubungan yang mampu membuat kamu berdua tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik lagi, dan bukan sebaliknya.