Penyebab Jerawat di Bokong dan Cara Mengatasinya

kumparanSTYLEverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Jerawat di Bokong (Foto: dok. Unsplash)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Jerawat di Bokong (Foto: dok. Unsplash)

Jerawat merupakan permasalahan kulit yang sangat mengganggu. Pasalnya, jerawat bisa muncul di mana saja, baik itu di area wajah, tubuh, bahkan hingga ke area yang tak terlihat seperti payudara, punggung atau bokong.

Jerawat di bokong biasanya membuat si penderitanya kurang nyaman untuk beraktifitas. Tetapi rupanya, menurut Joshua Zeichner, M.D., Director of Cosmetic and Clinical research di Mount Sinai Hospital New York, Amerika Serikat, jerawat di bokong tidak sepenuhnya jerawat.

"Biasanya jerawat di bokong tidak selalu berjenis jerawat, tetapi merupakan folliculitis, yakni infeksi ringan pada folikel rambut yang dapat membuat benjolan merah dan nanah," tutur Joshua seperti dikutip dari Women's Health.

Untuk mengatasinya, tentu kita harus terlebih dahulu mencoba menghindarinya. Lantas, apa saja hal yang menyebabkan jerawat di bokong?

1. Mengenakan pakaian dalam yang basah

Jerawat pada bokong bisa terjadi akibat tidak mengganti pakaian dalam yang basah terkena keringat setelah berolahraga. Memang, pakaian dalam akan mengering dengan sendirinya, tetapi keringat yang masuk ke dalam pori-pori dapat berpotensi menimbulkan jerawat karena area tubuh yang lembab. Sebaiknya, segeralah mengganti pakaian dalam setelah Anda berolahraga.

2. Duduk terlalu lama

Terlalu lama duduk juga bisa menyebabkan tumbuhnya jerawat di bokong karena tidak adanya asupan udara yang membuat kulit di area bokong sulit bernapas. Hal yang satu ini sepertinya sulit dihindari, karena bisa aja Anda harus duduk seharian saat bekerja.

Sebaiknya, luangkan waktu untuk aktif berjalan dan tidak terlalu 'lengket' dengan kursi.

Ilustrasi bokong. (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bokong. (Foto: Pixabay)

3. Mengenakan pakaian dalam terlalu lama

Idealnya, Anda menggunakan pakaian dalam 8 hingga 9 jam per harinya. Setelah lewat dari waktu tersebut, segeralah ganti dengan pakaian dalam yang bersih. Pakaian dalam yang terlalu lama digunakan mengandung banyak kotoran, keringat dan minyak yang berpotensi menumbuhkan jerawat pada bokong.

4. Mengenakan pakaian yang terlalu ketat

Memilih busana yang terlalu ketat dapat membuat keringat dan minyak tubuh terperangkap karena tidak ada udara yang masuk. Hal itu berpotensi untuk menghambat folikel rambut pada sekujur tubuh, yang memungkinkan timbulnya jerawat di area bahu, punggung, dan bokong.

Jika Anda khawatir akan jerawat di bokong, ada cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegahnya. Apa saja?

1. Langsung mandi setelah berolahraga

"Langsung mandi setelah berolahraga dapat menghilangkan keringat, minyak dan kotoran yang menumpuk pada permukaan kulit. Sedangkan beraktifitas dengan memakai pakaian yang masih basah dapat meningkatkan potensi jerawat pada bokong. Sebaiknya, gunakan sabun pembersih yang efektif membersihkan kotoran tanpa membuat kulit iritasi," lanjut Zeichner lagi.

Ilustrasi bokong. (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bokong. (Foto: Pixabay)

2. Gunakan sabun yang mengandung benzoyl peroxide dan asam salisilat

Anda bisa menggunakan sabun yang mengandung benzoyl peroxide yang efektif untuk mengatasi jerawat tubuh serta infeksi folliculitis karena mengandung antimicrobial (kandungan anti bakteri) yang bertugas untuk membuat tubuh lebih steril.

Sedangkan untuk jerawat pada area bokong, Anda bisa juga menggunakan sabun dengan kandungan asam salisilat. Zeichner mengatakan kandungan asam pada pembersih dapat menghilangkan sisa minyak dan mengeksfoliasi kulit mati sehingga tidak terperangkap di dalam pori-pori dan folikel tubuh.

3. Rajin luluran atau eksfoliasi tubuh

Eksofoliasi tubuh atau yang sering dikenal dengan luluran berguna untuk mengangkat seluruh sel kulit mati dan membuat kulit lebih halus. Selain itu, luluran juga bisa mencerahkan areah tubuh yang menggelap seperti sikut, lutut, dan lipatan tubuh lainnya. Zeichner menyarankan untuk memilih eksfoliator tubuh yang memiliki kandungan asam glikolat.

4. Rajin pakai pelembap

Selesai mandi, jangan lupa untuk memakai pelembap atau body lotion terutama pada area yang tertutup, termasuk pada bokong. Selain mencegah timbulnya jerawat bokong, menggunakan pelembap dengan rutin juga bisa mencegah timbulnya kerastosis pilaris alias kulit bintik-bintik dengan tekstur kasar.