Sering Kram Perut Saat Menstruasi? Mungkin 5 Gangguan Ini Penyebabnya

kumparanSTYLEverified-green

clock
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Wanita alami kram di sekitar perut saat haid. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Wanita alami kram di sekitar perut saat haid. (Foto: Thinkstock)

Saat wanita sedang menstruasi, kebanyakan dari mereka mengalami kram dan nyeri di sekitar perutnya. Rasa nyeri yang dirasakan terkadang bisa menyebar sampai ke bagian paha dan area tubuh lainnya.

Padahal hal ini merupakan kondisi yang normal dirasakan bagi wanita saat haid. Umumnya, kondisi ini hanya akan dirasakan kurang dari tiga hari, namun jika keadaan ini berlangsung lebih lama maka kamu perlu memeriksakan kondisi tersebut ke dokter yang terkait.

Karena, bisa saja kamu mengalami gangguan menstruasi yang tidak normal. Berikut ini beberapa faktor yang menyebabkan seseorang merasakan rasa sakit seperti kram ketika sedang menstruasi, seperti dilansir NHS:

1. Endometriosis

Nyeri haid bisa berlangsung lebih dari tiga hari. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Nyeri haid bisa berlangsung lebih dari tiga hari. (Foto: Thinkstock)

Endometriosis merupakan kondisi di mana endometrium berada di luar rahim , tepatnya melingkar di luar uterus panggul termasuk ovarium, saluran telur, kandung kemih, dasar panggul dan pada kasus yang lebih parah berada di bagian usus, diafragma, hati, paru-paru dan bahkan otak. Jaringan endometrium yang tumbuh di luar rahim ini akan menyebabkan rasa sakit yang hebat setiap kali haid. Jika hal ini terus menerus terjadi, sebaiknya segera periksakan masalah ini ke dokter kandungan.

2. Fibroid

Wanita mengalami rasa sakit yang hebat saat haid (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Wanita mengalami rasa sakit yang hebat saat haid (Foto: Thinkstock)

Fibroid menjadi penyebab kedua terjadinya kram atau nyeri saat haid. Sebanyak tiga dari empat wanita memiliki kemungkinan tumbuhnya fibroid uterus. Namun sebagian besar lainnya tidak mengalami gejala apapun.

Fibroid adalah jenis tumor jinak (non kanker) yang apabila terus tumbuh di dinding rahim bisa menjadi penyebab rasa sakit yang terjadi saat menstruasi. Pendarahan pun bisa terjadi saat wanita mengalami Fibroid. Alasan di balik rasa sakit ini adalah karena rahim harus berkontraksi untuk mengusir gumpalan darah akibat terjadinya pendarahan hebat.

3. Adenomiosis

Area perut terasa sakit saat haid. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Area perut terasa sakit saat haid. (Foto: Thinkstock)

Adenomiosis mirip dengan endometriosis, di mana kondisi jaringan endometrium tidak berada di posisi yang seharusnya yaitu berada di dalam otot rahim. Pada wanita yang mengalami Adenomiosis, rahim akan berubah menjadi seperti otot yang memar.

Gejala Adenomiosis ditandai dengan kram yang menyakitkan dan juga akan dirasakan saat wanita melakukan seks. Rasa sakit ini dirasakan selama satu atau dua hari setelahnya. Adenomiosis biasanya terjadi pada wanita yang berusia diatas 30 tahun dan sudah memiliki anak. Namun, kondisi ini juga sudah dialami oleh remaja.

4. Pelvic Inflammatory Disease (PID)

Jangan berolahraga yang terlalu berat saat haid. (Foto: thinkstockphotos)
zoom-in-whitePerbesar
Jangan berolahraga yang terlalu berat saat haid. (Foto: thinkstockphotos)

PID merupakan infeksi saluran reproduksi wanita yang paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri seksual menular yang tidak diobati. Ketika PID tidak langsung ditangani, maka bisa menyebabkan peradangan pada jaringan perut, nyeri haid dan infertilitas. Pendarahan juga bisa terjadi pada wanita yang mengalami penyakit ini.

PID bisa diobati dengan antibiotik, namun kerusakan struktural yang disebabkan oleh infeksi tersebut tidak bisa ditangani. Lakukan seks dengan aman agar mencegah terjadinya infeksi bakteri seksual yang menular.

5. Primary Dysmenorrhea

Kram mengganggu aktivitas wanita. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Kram mengganggu aktivitas wanita. (Foto: Thinkstock)

Primary Dysmenorrhea adalah penyebab kram yang paling umum dialami oleh sebagian besar wanita. Gejalanya ditandai dengan nyeri pada perut bagian bawah dan nyeri punggung bagian bawah yang dimulai sejak satu atau dua hari sebelum waktu menstruasi. Dan kondisi ini akan berlangsung selama dua sampai empat hari.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, kram ini disebabkan oleh peningkatan atau ketidakseimbangan kadar prostaglandin (hormon yang merangsang rahim berkontraksi). Perubahan kadar prostaglandin dapat menyebabkan kontraksi uterus akan sering terjadi. Hal ini pun akan memicu oksigen tidak akan mengalir sampai ke otot rahim sehingga menyebabkan kram yang menyakitkan.