The Visit: Vinna Kosasih, Sosok di Balik Lilin Cantik 'Kaminari'

kumparanSTYLEverified-green

clock
comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Vina Kosasih. (Foto: Resnu Dwi Andika/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Vina Kosasih. (Foto: Resnu Dwi Andika/kumparan)

Aroma lavender nan lembut langsung menyerbu indera penciuman tim kumparan (kumparan.com) saat memasuki studio Kaminari Leisure Days di kawasan Puri, Jakarta Barat. Malam itu, kumparan berkesempatan untuk berbincang dengan Vinna Kosasih (25), founder dari Kaminari.

Wangi tersebut berasal dari Lavender Botanical Candle yang dinyalakan oleh Vinna. Siluet cantik dari bunga yang berada dalam lilin tersebut menari lembut mengiringi percakapan kumparan dengan perempuan berwajah oriental ini.

"Awalnya kami hanya start kecil-kecilan, terus launching produk itu 2016, April," tutur lulusan Communication Design RMIT Melbourne ini. Dalam waktu singkat, Kaminari dengan wax sachet dan botanical candlenya yang cantik telah berhasil menembus pasar internasional. 

Kini, Kaminari telah diekspor ke Singapura, Hong Kong, serta kota-kota besar di Indonesia seperti Bali. Kaminari lahir dari kecintaan Vinna kepada bunga-bunga dan siluet lilin yang cantik.

Kreativitas perempuan yang juga pernah menempuh pendidikan di Design Critical Practice di Goldsmiths, University of London ini membawanya menuju Jepang untuk mempelajari lebih dalam mengenai lilin wangi nan cantik ini.

Vinna juga aktif menggelar sejumlah workshop untuk berbagi ilmu seputar cara pembuatan lilin dekoratif cantik yang wangi ini. Seperti apa kisahnya? Simak video The Visit berikut ini!

video youtube embed