Tiga Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Penderita Rosacea

Rosacea merupakan penyakit kulit yang jamak menyerang perempuan berusia 30 tahun ke atas. Dilansir National Rosacea Society, ada sekitar 415 juta penderita rosacea yang tersebar di seluruh dunia.
Tergolong sebagai penyakit kronis, butuh waktu lama untuk menyembuhkan rosacea.
Ada empat subtipe rosacea, yaitu erythematotelangiectatic rosacea (ETR), papulopustular, rhinophyma, dan ocular. Masing-masing memiliki gejala yang tak jauh berbeda, yaitu munculnya ruam kemerahan di sekujur wajah.
Ruam kemerahan juga diikuti dengan rasa panas dan perih, pembuluh darah yang tampak jelas, kulit membengkak, hingga bersisik. Khusus untuk rosacea papulopustular, biasanya diiiringi dengan jerawat bernanah dan kulit berminyak.
Hingga kini, tak ada yang tahu pasti apa penyebab rosacea. Dermatolog menyimpulkan rosacea dipicu faktor keturunan dan genetik.
Karena bersifat musiman, rosacea bisa timbul dan reda kapan saja. Perempuan berusia 30-60 berisiko tinggi terkena penyakit ini.
Saat berobat ke dokter, pasien rosacea akan diresepkan krim antibiotik dan obat yang harus dikonsumsi teratur. Agar tak kambuh atau kembali meradang, sangat penting untuk menyeleksi jenis makanan yang masuk ke tubuh Anda.
Dilansir Byrdie, ada tiga kategori makanan yang harus dihindari penderita rosacea. Apa saja?
Olahan susu

Ditutur dr Marko Lens, MD, penderita rosacea sebaiknya menghindari konsumsi olahan susu. "Hindari keju, sour cream, dan yogurt," saran sang dokter.
Makanan Pedas

Makanan pedas meningkatkan suhu panas pada tubuh, sehingga memperparah ruam kemerahan pada wajah Anda. "Beberapa bumbu yang sebaiknya dihindari adalah cayenne, red pepper, dan bubuk kari," jelas sang dokter.
Alkohol

Ini yang terutama. "Hindari wine karena bisa memicu peradangan rosacea," lanjut dr Marko. Jadi, sebisa mungkin tahan keinginan Anda untuk menyesap bir, vodka, atau minuman beralkohol lainnya.
