kumparan
19 April 2018 17:11

Ucita Pohan: Kolaborasi Karier dan Passion dalam Satu Nafas Semangat

Ucita Pohan
Ucita Pohan (Foto: Dok. Ridho Robby & Muhammad Faisal Nu'man)
Jika ada seseorang yang mampu menikmati karier dan passion-nya sekaligus, Ucita Pohan rasanya bisa menjadi contoh yang tepat. Perempuan yang berprofesi sebagai penyiar radio sejak 2008 silam ini sukses menggabungkan karier dan passion-nya dalam satu nafas.
ADVERTISEMENT
Uchiet, panggilan akrabnya, gemar menulis di blog, pergi travelling, serta menaruh minat besar pada dunia fashion dan kecantikan. Dari situlah, ia sukses mengukuhkan namanya sebagai salah satu lifestyle influencer yang cukup diperhitungkan.
Bahkan belum lama ini, Uchiet sukses menggelar pameran Beauty on Canvas, yakni lukisan yang dibuat dari beragam alat makeup seperti foundation, eyeshadow, lipstik, dan lain-lain. Tak sendirian, ia menggandeng rekan-rekannya sesama beauty influencer untuk menyebarkan pesan tentang kecantikan dan rasa sayang pada diri sendiri.
Tak hanya itu saja, Uchiet memiliki daya tarik sendiri melalui penampilannya. Dengan tubuhnya yang tergolong plus size, ia tetap aktif di sana-sini sebagai presenter, atau sebagai key opinion leader (KOL) dalam sebuah acara tertentu. Tak ada kata minder atau tidak PD dalam dirinya, bahkan faktanya, Uchiet menjadi salah satu plus size influencer yang mampu menginspirasi para perempuan lainnya.
ADVERTISEMENT
Atas dasar inilah, kumparanSTYLE (kumparan.com) mendapuk Ucita Pohan sebagai salah satu Kartini masa kini yang cocok untuk dijadikan panutan. Simak perbincangan hangat kumparanSTYLE bersama Ucita Pohan dalam program 'Inspirasi Kartini' berikut ini:
Bisa dibilang Anda sukses sebagai MC, penyiar radio, dan lifestyle influencer di sosial media, bagaimana Anda melihat diri sendiri saat ini? Apakah sudah sesuai dengan ekspektasi?
Merasa percaya tidak percaya, sih. Kalau dari kesuksesan, saya bisa mencapai cita-cita atau memiliki apa yang diinginkan. Pekerjaan saya sekarang ini memang sudah saya inginkan sejak dulu. Jadi saya sangat amat bersyukur bisa menjalani profesi ini.
Untuk ekspektasi, ada beberapa poin yang di luar ekspektasi, bahkan di atas ekspektasi. Tetapi ada beberapa hal juga yang masih jadi rencana saja. So far, saya merasa bersyukur dengan semuanya. Tapi sebenarnya, masih ada beberapa rencana lagi yang ingin dicapai.
ADVERTISEMENT
Semakin dewasa, semakin banyak berkenalan dengan orang-orang, dan semakin sukses dalam berkarier, apa nilai-nilai kehidupan yang Anda tanamkan dalam diri sendiri hingga bisa berada di posisi yang sekarang?
Wah, pertanyaan yang berat. Intinya, saya semakin menyadari, saya bisa ada di posisi ini, mendapatkan banyak pengalaman seperti ini, karena saya merasa berhutang dengan orang-orang yang memberikan kepercayaan pada saya.
Ketika saya ingin mencapai sesuatu, selalu ada campur tangan orang lain untuk membuka jalan dan memberikan kesempatan. Saya merasa berutang dengan orang-orang baik yang memberikan saya kesempatan.
Jadi yang harus selalu saya ingat dan saya tanamkan adalah melakukan hal yang sama pada orang lain, sebisa mungkin membuka jalan membantu orang-orang dengan hal-hal positif dan syukur-syukur bisa meneruskan rasa beruntung itu kepada orang lain.
ADVERTISEMENT
Selama berkarier pun, Anda tidak langsung mendulang kesuksesan begitu saja. Apa kesulitan atau tantangan terbesar dalam perjalanan karier seorang Ucita? Dan bagaima cara Anda menghadapinya?
Saya mulai siaran 2008 akhir. Lulus kuliah langsung training, dan kalau dihitung-hitung, tahun ini adalah tahun ke-10 saya berkarier menjadi penyiar radio. Tentunya ada kesulitan, tetapi berubah dari masa ke masa.
Pada awal-awal merintis karier, kesulitannya adalah membuktikan bahwa saya punya kemampuan dan saya bisa berkontribusi dalam pekerjaan ini. Seiring berjalannya waktu, saya sudah punya beberapa portfolio, tantangan selanjutnya adalah bagaimana bisa terus berkembang dan tidak stuck di sebuah posisi dalam keadaan yang sudah nyaman.
Saya sudah keluar dari zona nyaman, mencari sesuatu yang baru, tantangannya lain lagi. Semakin banyak pengalaman, tantangannya adalah bagaimana hal-hal yang selama ini saya jalani bisa memberikan makna kepada diri sendiri dan orang lain.
Ucita Pohan
Ucita Pohan (Foto: @uchiet - Instagram)
Bagaimana cara Anda memotivasi diri sendiri agar tetap semangat berkarier dan tidak cepat berpuas diri?
ADVERTISEMENT
Saya adalah orang yang gampang merasa bosan kalau tidak ada perubahan. Saya sadar bahwa saya tidak bekerja untuk satu perusahaan saja. Saya tidak menerima target dari pihak tertentu untuk dipenuhi baik dalam angka atau event. Jadi, saya harus bekerja sendiri setiap tahunnya. Saya harus tahu apa yang harus dipenuhi. Itu yang membuat saya jadi lebih semangat dan ingat kalau saya punya PR yang harus diselesaikan.
Terkadang, deadline yang sudah saya buat, jadi mundur. Sebenarnya agak tricky sih ya, kalau menargetkan diri sendiri. Butuh kedisiplinan yang lebih besar. Tidak boleh lembek sama diri sendiri, tapi jangan ngoyo juga.
Biasanya, akhirnya saya sampaikan target-target saya ke beberapa orang terdekat saja, termasuk manajemen saya, supaya mereka bisa menagih dan target saya tercapai.
ADVERTISEMENT
Ucita Pohan
Ucita Pohan (Foto: @uchiet - Instagram)
Saat ini, apa rencana Anda ke depan? Apakah masih ada mimpi, cita-cita, dan harapan yang belum tercapai?
Ini sebetulnya adalah rencana dari lama, yaitu ingin buat tulisan baru. Selama ini saya hanya nge-blog saja, jadi ingin ditulis dalam bentuk buku. Makanya saya bilang ke teman-teman saya, tolong bantu ditagih. Rencananya tahun ini mau mulai proses penulisan buku.
Untuk tahun depan, masih belum direncanakan detail. Tapi ingin banyak eksplor di platform lain yang belum aku eksplor. Selama ini, saya di radio dan banyak nulis. Tapi ingin bikin konten video juga. Sebetulnya sudah ada, tapi ingin lebih diperbanyak lagi.
Antara menjadi penyiar radio, MC, dan influencer, mana yang lebih menjanjikan dalam jenjang karier?
ADVERTISEMENT
Tentunya menjadi host (penyiar radio dan presenter). Karena itu adalah salah satu pekerjaan yang dibutuhkan banyak orang. Jenjang kariernya pun bisa terlihat. Kalau jadi influencer, tantangannya berbeda lagi. Di era teknologi sekarang ini sebenarnya menjadi influencer adalah sesuatu yang menguntungkan, tidak tahu menjanjikan atau enggak, tapi menguntungkan. Tetapi ya itu, challengenya, kalau sesuatu yang berhubungan dengan media sosial itu geraknya cepat sekali, jadi tidak bisa diprediksi.
Sedangkan skill yang dibutuhkan juga berbeda, sementara sebagai influencer, belum ada standar ilmunya. Setelah tren ini lewat, kedepannya tidak tahu mau jadi apa. Harus fleksibel saja kalau mau jadi influencer. Kalau jadi host adalah profesi yang selalu ada sampai kapanpun.
Beralih ke gaya busana, terkadang para perempuan bertubuh besar kerap kesulitan memadankan busana. Bagaimana dengan Anda? Gaya busana seperti apa yang paling nyaman dan cocok dengan kepribadian Anda?
ADVERTISEMENT
Style berpakaian saya classic with a twist. Baju yang saya pakai hari ini kan jaket denim biasa, tapi saya suka hal-hal yang witty, yang ada sedikit humor, yang funny untuk jadi twist. Kadang tiba-tiba pakai anting kuda yang besar, pakai pin-pin lucu.
Ucita Pohan
Ucita Pohan (Foto: Dok. @uchiet - Instagram)
Menurut Anda, adakah gaya busana tertentu yang kurang tepat diterapkan pada perempuan bertubuh besar? Apa alasannya?
Sebenarnya, busana yang harus dihindari tergantung dengan kebiasaan orang di tempat tersebut. Bisa jadi, busana itu di lokasi A dihindari, tetapi di lokasi B tidak dihindari. Contohnya, di Indonesia mungkin kalau perempuan pakai baju sleeveless, suka dilihatin sama orang-orang. Society-nya belum siap. Kalau misalnya kita ke Singapura atau Australia, pakai hal yang sama dengan bentuk tubuh yang sama, tidak masalah.
ADVERTISEMENT
Menurut saya, memiliki tubuh besar kadang tidak se-fleksibel yang tubuhnya ideal. Saran saya adalah, hindari baju yang tidak nyaman. Terutama untuk plus size. Intinya, gerakan fashionnya pilih yang nyaman dulu. Dari segi bahan, potongan, model, fit di badan, itu yang utama. Karena kalau sudah tidak nyaman, gerak-gerik juga jadi tidak enak dan orang melihatnya aneh.
Soal kecantikan, bolehkah berbagi tips dan informasi tentang rutinitas kecantikan? Seberapa sering Anda melakukan perawatan kecantikan ke klinik atau salon?
Saya sebenarnya dulu rajin ke salon, seminggu tiga sampai empat kali, karena styling rambut waktu itu memang harus di-blow dan saya tidak bisa blow sendiri. Tapi sekarang style rambut saya lurus, jadi bisa styling sendiri.
ADVERTISEMENT
Untuk perawatan, saya treatment di rumah, sendiri. Maskeran atau pakai skincare kalau malam. Bersihkan wajah dengan double cleansing.
Paling untuk sebelum liburan, saya pasang bulu mata (eyelash extension) dan waxing alis. Hal-hal yang buat wajah sudah ready, tapi itu hanya special occasion saja.
Bicara tentang makeup, produk apa yang hampir selalu digunakan setiap hari?
Yang pasti setiap hari saya pakai sunscreen. Jangan pernah lupa pakai sunscreen, apalagi kalau masih terpapar sinar matahari, harus pakai sunscreen. Saya pakai sunscreen yang ada moisturizer-nya, jadi tidak perlu pakai pelembap lagi.
Saya juga suka pakai cushion, bb cushion atau foundation, eyeliner, lipstik, itu sudah paling basic. Kalau ada waktu tambahan, baru saya pakai eyeshadow, kalau ada waktu luang lagi, baru pakai contouring, blush on, dan highlighter.
ADVERTISEMENT
Simak cerita perempuan inspiratif lainnya di topik sheinspiresme.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan