Kumparan Logo

10 Tim eSports Paling Berharga di Dunia

kumparanTECHverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tim eSport OG menangi turnamen The International 2018. (Foto: Bob Frid/USA TODAY Sports via Reuters)
zoom-in-whitePerbesar
Tim eSport OG menangi turnamen The International 2018. (Foto: Bob Frid/USA TODAY Sports via Reuters)

Tim eSports kini semakin mirip perusahaan profesional. Bisnis mereka adalah mengikuti turnamen berhadiah puluhan juta dolar AS, mengadakan transaksi pemain antar dua tim, hingga menjalin kerja sama dengan produsen perangkat game untuk sponsor.

Meski tampak menguntungkan, namun sebagian besar tim eSports memiliki arus kas negatif, menurut laporan Forbes. Hal ini dikarenakan mereka terus menghabiskan uang untuk mengembangkan, merekrut para atlet serta membangun brand-nya.

Seperti halnya perusahaan, mereka juga perlu mencari modal tambahan dari investor. Menurut laporan PitchBook, ada 74 transaksi senilai 1,52 miliar dolar AS yang melibatkan tim eSports selama 2017 lalu. Untuk 2018, sejauh ini sudah ada 63 kesepakatan senilai 2,34 miliar dolar AS.

Dari kesepakatan tersebut, serta mereka yang rajin mengikuti dan memenangkan turnamen, lahirlah beberapa tim eSports dengan nilai valuasi yang fantastis.

Berikut adalah 10 tim eSports yang paling bernilai di dunia versi Forbes!

Tim eSports asal Amerika Serikat, Cloud9 (25/8/18). (Foto: Yoga Cholanda/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Tim eSports asal Amerika Serikat, Cloud9 (25/8/18). (Foto: Yoga Cholanda/kumparan)

1. Cloud9

Nilai valuasi: 310 juta dolar AS (sekitar Rp 4,7 triliun)

2. Team SoloMid

Nilai valuasi: 250 juta dolar AS (sekitar Rp 3,7 triliun)

3. Team Liquid

Nilai valuasi: 200 juta dolar AS (sekitar Rp 3 triliun)

4. Echo Fox

Nilai valuasi: 150 juta dolar AS (sekitar Rp 2,2 triliun)

5. OpTic Gaming

Nilai valuasi: 130 juta dolar AS (sekitar Rp 1,9 triliun)

Tim eSport PSG.LGD di turnamen The International 2018. (Foto: Bob Frid/USA TODAY Sports via Reuters)
zoom-in-whitePerbesar
Tim eSport PSG.LGD di turnamen The International 2018. (Foto: Bob Frid/USA TODAY Sports via Reuters)

6. Fnatic

Nilai valuasi: 120 juta dolar AS (sekitar Rp 1,8 triliun)

7. Gen.G Gaming

Nilai valuasi: 110 juta dolar AS (sekitar Rp 1,6 triliun)

8. G2 Esports

Nilai valuasi: 105 juta dolar AS (sekitar Rp 1,6 triliun)

9. Immortals

Nilai valuasi: 100 juta dolar AS (sekitar Rp 1,5 triliun)

10. Envy Gaming

Nilai valuasi: 95 juta dolar AS (sekitar Rp 1,4 triliun)

Tim eSport OG menangi turnamen The International 2018. (Foto: Bob Frid/USA TODAY Sports via Reuters)
zoom-in-whitePerbesar
Tim eSport OG menangi turnamen The International 2018. (Foto: Bob Frid/USA TODAY Sports via Reuters)

Tidak heran manisnya industri eSports kini mulai dirasakan Indonesia. Apalagi olahraga elektronik ini masuk dalam cabang ekshibisi di Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang beberapa waktu lalu.

Pemerintah juga sudah mendukung kehadiran eSports di Indonesia. Mereka bahkan menjanjikan bonus hingga Rp 2 miliar bagi atlet eSports berprestasi di Asian Games 2022.

"Saya sudah berkoordinasi dengan Menpora (Menteri Pemuda dan Olahraga) untuk menyiapkan atlet-atlet resmi yang nantinya bisa ikut bertanding di Asian Gmes 2022, hadiahnya Rp 2 miliar dari pemerintah, lebih besar dari hadiah turnamen SEACA Rp 1,4 miliar atau paling enggaK sebandinglah dengan hadiah emas tahun ini yang Rp 1,5 miliar. Pokoknya, pemerintah mendukung aktivitas-aktivitas ini (eSports)," ucap Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, saat ditemui di acara pembukaan turnamen eSports SEACA (Southeast Asia Cyber Arena), Jakarta, Rabu (17/10).