Kumparan Logo

5 Ancaman Serangan Siber yang Diprediksi Semakin Marak di 2021

kumparanTECHverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Hacker. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Hacker. Foto: Shutterstock

Ancaman serangan siber memang sulit dihindarkan dalam kondisi saat ini, di mana jumlah penetrasi internet melonjak tinggi dan tingkat keamanan perangkat belum menjadi prioritas. Apalagi pemahaman soal keamanan siber masyarakat Indonesia dinilai masih rendah.

Chairman and Co-Founder Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), Ardi Sutedja, mengakui edukasi soal keamanan siber di Indonesia masih tergolong baru dan belum merata. Ia menjelaskan, fokus Indonesia soal keamanan siber saja baru terbangun pada 2013, saat BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) dibentuk.

"Bayangkan 64 persen penduduk Indonesia sudah menggunakan internet untuk berbagai tujuan. Tetap saja soal keamanan siber Indonesia yang paling jelek dan paling buruk. Kita baru sadar bahwa terlambat untuk mempelajari hal ini, yang seharusnya sudah sejak lama dan harus menjadi isu nasional," jelasnya dalam webinar "Understanding Mobile Threat Landscape, Recent Trend and 2021 Outlook" pada Jumat (23/10).

Menurutnya, kesadaran akan pentingnya keamanan data ini sangat dibutuhkan bagi perusahaan dalam mengelola aplikasi, perangkat, dan aset. Apalagi edukasi dan kesadaran masyarkat soal keamanan siber masih lemah, maka akan menjadi ancaman berbahaya ke depannya.

Ekshibisi Telkomsel MyBusiness. Foto: Muhammad Fikrie/kumparan

Dalam webinar yang diselenggarakan oleh Telkomsel myBusiness, Ardi memberikan gambaran terkait ancaman yang mungkin terjadi dan dapat menyerang data pribadi maupun perusahaan yang akan marak pada tahun depan. Berikut detailnya.

1. Serangan malware seluler

Perangkat seluler atau smartphone semakin menjadi target serangan siber teratas. Sudah menjadi sebuah tren yang terus meningkat, terlebih terdapat kelemahan pada software keamanan perangkat dan ditambah perilaku pengguna.

Ardi mengingatkan untuk pengguna smartphone harus lebih berhati-hati lagi dalam menginstal aplikasi dan menggunakannya dengan tujuan baik. Ia pun menyarankan untuk menggunakan aplikasi antivirus tambahan untuk langkah pencegahan.

"Kalau mau instal aplikasi, ya, harus di (Google) Play Store atau (Apple) App Store. Usahakan jangan instal atau download di luar itu. Kemudian, hapus juga aplikasi-aplikasi yang tidak perlu atau tidak sering digunakan. Terkadang itu memperlambat perangkat dan juga bisa menjadi ancaman," jelasnya.

Ilustrasi Hacker. Foto: Shutterstock

2. Phishing masih tetap berbahaya

Serangan phishing adalah upaya penipuan untuk mendapatkan informasi atau data pribadi yang penting, seperti nama lengkap, password, dan informasi kartu kredit/debit, dan lainnya.

Salah satu metode phishing yang harus diwaspadai adalah pengiriman email. Pelaku mengirimkan email yang mengatasnamakan pihak tertentu dan memancing korban untuk klik link yang tercantum di dalam email.

Link tersebut bisa berupa tautan yang mengarahkan korban untuk masuk ke website buatan pelaku dan memberikan data pribadi korban di sana atau tautan yang berisi malware sehingga perangkat elektronik korban bisa dikendalikan pelaku.

3. Ancaman smishing

Selain phising, salah satu yang akan marak di 2021 akan serangan smishing. Bagi yang belum tahu, smishing adalah upaya penipuan untuk mendapatkan informasi atau data sensitif melalui pesan elektronik, seperti SMS.

Dengan mengetahui nomor ponsel, pelaku bisa mengirimkan pesan SMS mengatasnamakan pihak lain yang bertujuan untuk menipu supaya mengklik link berbahaya yang berisi malware atau mengarahkanmu ke website buatan pelaku. Dibanding e-mail, pesan dalam bentuk SMS di smartphone terasa lebih personal sehingga membuat korban kurang waspada.

Ilustrasi hacker Foto: Pixabay

4. Ancaman perangkat Internet of Things (IoT)

Perkembangan Internet of Things (IoT) dan maraknya penggunaan juga turut mengancam adanya serangan siber. Perangkat pintar di rumah maupun tempat kerja akan terus memberikan tantangan baru bagi keamanan data.

Ardi mencontohkan, perangkat seperti kamera pengawas atau CCTV wireless yang terhubung dengan komputer atau perangkat lainnya, sangat mungkin menjadi sasaran serangan siber. Ia mewajibkan semua perangkat IoT dapat dikelola dengan benar dan software keamanannya selalu diperbarui.

5. Ransomware yang semakin canggih

Ardi menjelaskan, serangan ransomware adalah bisnis besar bagi penjahat dunia maya. Prediksinya tahun 2021 akan tetap berbahaya, meskipun kesadaran akan ancaman semakin meningkat dan cara untuk memeranginya semakin canggih.

"Dibantu oleh AI (artificial intelligence), ransomware generasi berikutnya dapat dengan mudah menghindari program deteksi malware dan menyebar di dalam jaringan. Untungnya, meski sulit dicegah, serangan ransomware mudah untuk diatasi," tuturnya.

Ia memberikan solusinya untuk selalu melakukan cadangkan data, sistem, dan aplikasi penting khususnya bagi perusahaan. Pakai juga sistem keamanan yang ketat untuk akses ke data-data penting.