5 Brand HP Terlaris Dunia Versi Canalys: Xiaomi Salip Apple, Tempel Samsung
ยทwaktu baca 2 menit

Pengapalan handphone (HP) di seluruh dunia dilaporkan mengalami kenaikan 12 persen pada kuartal kedua 2021. Pertumbuhan ini paling banyak dirasakan oleh vendor asal China, yakni Xiaomi, Oppo, dan Vivo.
Khusus Xiaomi, pertumbuhan penjualannya cukup signifikan. Berdasarkan laporan lembaga riset pasar Canalys, Xiaomi menjadi brand smartphone kedua terlaris di dunia setelah Samsung periode Q2 2021.
Mulai membaiknya kondisi ekonomi dunia di tengah pandemi COVID-19, dengan vaksinasi konsisten digencarkan di semua negara, menjagi penyebab tingginya angka pengapalan HP. Untuk Xiaomi, Oppo, dan Vivo, performa penjualan ketiganya mungkin juga dipengaruhi oleh embargo produk Huawei di AS.
Berikut detail daftar brand HP terlaris di dunia versi Canalys.
Samsung masih duduk di puncak dengan pangsa pasar 19 persen dan pertumbuhan tahunan 15 persen. Sementara Xiaomi berhasil menggeser Apple, menempel Samsung dengan pangsa pasar 17 persen dan pertumbuhan hingga 83 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Apple harus puas berada di posisi ketiga dengan pangsa pasar 14 persen dan pertumbuhan tahunan 1 persen. Peringkat keempat dan kelima diisi oleh Oppo dan Vivo, yang pangsa pasarnya masing-masing 10 persen.
"Xiaomi mengembangkan bisnis luar negerinya dengan cepat," kata Manajer Riset Canalys, Ben Stanton, dalam pernyataan resmi. "Contohnya, pengirimannya meningkat lebih dari 300 persen di Amerika Latin, 150 persen di Afrika, dan 50 persen di Eropa Barat."
Stanton menambahkan, performa Xiaomi didukung dengan harga penjualan rata-rata per unit produk masih 40 persen lebih rendah dari Samsung dan 75 persen lebih rendah dibanding Apple. Meski begitu, perusahaan disebutnya tengah mencoba merilis lebih banyak ponsel premium di masa depan.
Prioritas utama Xiaomi di tahun ini, kata Canalys, adalah meningkatkan penjualan HP flagship seperti Mi 11 Ultra. Ini menjadi tantangan bagi Xiaomi karena Oppo dan Vivo dilaporkan memiliki misi yang hampir sama persis, dengan keduanya bersedia menghabiskan banyak uang untuk pemasaran konvensional.
Belum lagi mereka dan semua vendor smartphone di seluruh dunia kini tengah berjuang keras mengamankan pasokan komponen di tengah krisis chip global.
