kumparan
Tekno & Sains22 Maret 2020 9:45

5 Cara Cegah Hoaks Virus Corona di WhatsApp

Konten Redaksi kumparan
Konten Spesial, Tertipu Hoaks Medis
Ilustrasi hoax. Foto: Shutter Stock
Masyarakat Indonesia tidak hanya dihadapi oleh bahaya dari pandemi virus corona saja, tetapi juga kabar palsu atau hoaks yang tiap hari tidak kunjung berhenti.
ADVERTISEMENT
Sebagai salah satu platform yang sering digunakan untuk menyebar hoaks COVID-19, WhatsApp punya strategi jitu untuk menangkalnya. Salah satunya memluncurkan global Pusat Informasi COVID-19 WhatsApp yang berkolaborasi dengan World Health Organization (WHO), United Nations Children's Fund (UNICEF), dan United Nations Development Programme (UNDP).
Tidak hanya itu saja, WhatsApp juga mendonasikan 1 juta dolar AS atau Rp 15,2 miliar untuk Jaringan Internasional Penguji Fakta (International Fact-Checking Network/IFCN) yang menjangkau lebih dari 100 organisasi di 45 negara. Di Indonesia, organisasi yang masuk ke dalam jaringan IFCN adalah Mafindo.
logo Whatsapp
Pengguna laptop dan perangkat seluler terlihat di sebelah proyeksi layar logo Whatsapp. Foto: REUTERS / Dado Ruvic
Dengan bantuan dana ini, IFCN berharap dapat menemukan cara untuk memahami penyebaran hoaks terkait kesehatan dalam berbagai format di WhatsApp. Serta menyediakan alat bagi para penguji fakta untuk mendeteksi dan mematahkan hoaks di dalam aplikasi perpesanan tersebut.
ADVERTISEMENT
Adapun WhatsApp membeberkan cara untuk mencegah dan mengenali hoaks yang beredar di platform-nya terkait virus corona. Kalian bisa ikuti langkah di bawah ini.

1. Kenali berita palsu

Ketika mendapatkan pesan tentang virus corona, perhatikan tanda-tanda yang dapat membantu kamu memutuskan apakah informasi itu palsu. Misalnya, pesan yang diteruskan tanpa sumber atau tanpa bukti. Foto, video, bahkan rekaman suara dapat direkayasa untuk menyesatkan.

2. Berhenti dan pikir ulang sebelum forward pesan WhatsApp

Pesan dengan label "Diteruskan" (Forwarded) membantu kamu untuk mengetahui apakah pesan tersebut ditulis oleh teman atau kerabat, atau apakah pesan tersebut sebenarnya berasal dari orang lain.
Ketika pesan diteruskan dari satu pengguna ke pengguna lain lebih dari lima kali, pesan ini akan ditandai dengan ikon ‘panah ganda’ untuk menunjukan bahwa pesan tergolong ‘Banyak Diteruskan’ (Highly Forwarded), dan mungkin berpotensi mengandung hoaks.
Ilustrasi WhatsApp
Pantulan logo WhatsApp di mata. Foto: Dado Ruvic/Reuters
ADVERTISEMENT

3. Bantu hentikan penyebaran

Jika kamu menyadari bahwa pesan informasi terkait virus corona tersebut, tidak terlihat benar atau membuat klaim medis tidak resmi, tanyakan kepada pengirim apakah mereka dapat memverifikasi informasi tersebut atau tidak. Jangan teruskan pesan hanya karena orang lain yang meminta untuk melakukannya, meskipun orang tersebut merupakan teman atau saudara kamu.

4. Verifikasi dengan sumber lain

Cari faktanya secara online dan periksa situs yang dapat dipercaya seperti WHO, Kementerian Kesehatan, atau situs berita terpercaya untuk mengetahui dari mana cerita itu berasal. Kamu juga bisa meminta verifikasi pesan dengan mengirimkannya ke nomor WhatsApp Mafindo 0859-2160-0500.

5. Laporkan pesan atau akun pengguna yang terbukti share informasi tidak akurat

Kamu bisa melaporkan konten, kontak, grup yang bermasalah kepada WhatsApp. Cara melaporkannya dengan mengunjungi Pengaturan/Setelah > Bantuan > Hubungi Kami.
ADVERTISEMENT
WhatsApp juga bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk mengembangkan chatbot yang dapat memberikan informasi resmi terkait COVID-19. Layanan ini sudah aktif dengan nomor +6281133399000 di ponsel atau juga bisa langsung klik tautan ini https://wa.me/6281133399000.
****
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan