5 Nama Pendiri Startup Besar yang Akhirnya Keluar dari Facebook

26 September 2018 9:24
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Pendiri startup yang keluar dari Facebook. (Foto: Sabryna Putri Muviola/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pendiri startup yang keluar dari Facebook. (Foto: Sabryna Putri Muviola/kumparan)
ADVERTISEMENT
Facebook gemar melakukan akuisisi terhadap perusahaan rintisan alias startup yang bergerak di bidang teknologi. Platform media sosial tersebut rela mengeluarkan banyak uang untuk memperluas jangkauan bisnisnya.
ADVERTISEMENT
Setidaknya ada lebih dari 70 perusahaan yang kini bergerak di bawah payung Facebook.
Langkah Facebook memang terlihat begitu agresif dalam menerapkan akuisisi berbagai aplikasi yang berpotensi menjadi mesin pencetak uang bagi Facebook. Beberapa di antaranya terdapat perusahaan teknologi besar yang berhasil diakuisisi oleh Facebook, seperti WhatsApp, Instagram dan Oculus VR.
Sayang, karier para pendiri startup yang tumbuh pesat, tidak bertahan lama di Facebook. Tak sedikit dari para jajaran pendiri startup tersebut justru memutuskan hengkang dari perusahaan setelah diakuisisi Facebook.
Yang terbaru, dua pendiri Instagram yaitu Kevin Systrom dan Mike Krieger memutuskan untuk meninggalkan perusahaan yang telah mereka dirikan selama 8 tahun. Bisa dibilang, duo jenius tersebut adalah founder terlama yang mampu bertahan hingga akhirnya hengkang setelah perusahaannya diakuisisi oleh Facebook.
ADVERTISEMENT
Selain pendiri Instagram, masih ada lagi sejumlah pendiri perusahaan yang hengkang pasca diakuisisi Facebook. Berikut daftarnya.
Pendiri Startup yang Keluar dari Facebook. (Foto: Sabryna Putri Muviola/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pendiri Startup yang Keluar dari Facebook. (Foto: Sabryna Putri Muviola/kumparan)
1. Brian Acton, pendiri WhatsApp
Salah satu pendiri WhatsApp, Brian Acton. (Foto: Mike Blake/Reuters)
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu pendiri WhatsApp, Brian Acton. (Foto: Mike Blake/Reuters)
Brian Acton, salah satu pendiri aplikasi pesan instan WhatsApp, memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya di perusahaan pada September 2017. WhatsApp diakuisisi Facebook pada tahun 2014 dengan mahar 19 miliar dolar AS secara tunai dan saham.
Setelah bertahan selama 3 tahun di bawah payung Facebook, Acton akhirnya memutuskan untuk hengkang. Ia memilih mendirikan bisnis baru berbasis non-profit yang telah lama ia rencanakan.
Acton menghabiskan waktu 8 tahun dengan WhatsApp. Alumni Universitas Stanford ini membangun WhatsApp bersama imigran asal Ukraina, Jan Koum, pada 2009 lalu. Keduanya pernah bekerja di perusahaan Yahoo sebelum mendirikan WhatsApp.
ADVERTISEMENT
2. Jan Koum, CEO dan pendiri WhatsApp
Jan Koum, CEO WhatsApp. (Foto: Mike Blake/Reuters)
zoom-in-whitePerbesar
Jan Koum, CEO WhatsApp. (Foto: Mike Blake/Reuters)
Meski telah menjadi primadona di kalangan aplikasi pesan instan, sayangnya WhatsApp malah ditinggal oleh para pemimpinnya. Setelah Acton, pendiri sekaligus CEO WhatsApp Jan Koum juga ikut meninggalkan perusahaan pada 1 Mei 2018.
Koum tidak menjelaskan secara terang-terangan apa alasannya pergi dari Facebook. Dalam postingan di akun resmi Facebook-nya, Koum hanya berkata ingin pergi sejenak dari industri teknologi, dan menikmati kegiatan lain yang menjadi hobinya seperti mengoleksi mobil dan bermain frisbee.
3. Palmer Luckey, pendiri Oculus VR
Palmer Luckey, pendiri Oculus VR (kiri). (Foto: Palmer Luckey/Twitter)
zoom-in-whitePerbesar
Palmer Luckey, pendiri Oculus VR (kiri). (Foto: Palmer Luckey/Twitter)
Selain Instagram dan WhatsApp, Facebook juga mengakuisisi perusahaan virtual reality (VR) Oculus pada 25 Maret 2014. Facebook resmi menjadi pemilik perusahaan VR tersebut yang dihargai dengan nilai 2 miliar dolar AS.
ADVERTISEMENT
Namun, selang tiga tahun setelah akuisisi itu, Luckey memutuskan untuk angkat kaki Facebook pada Maret 2017. Luckey tidak mengungkap alasan mengapa ia meninggalkan perusahaan tersebut.
Meski begitu, Luckey merupakan salah satu sosok berpengaruh dalam pengembangan teknologi VR. Ia disebut telah membangun revolusi VR setelah menciptakan perangkat Oculus Rift.
4. Kevin Systrom, CEO dan pendiri Instagram
CEO Instagram, Kevin Systrom. (Foto: Kevin Systrom/Instagram)
zoom-in-whitePerbesar
CEO Instagram, Kevin Systrom. (Foto: Kevin Systrom/Instagram)
Diakuisisi pada 9 April 2012, CEO dan pendiri Instagram Kevin Systrom menjadi pendiri startup terlama yang mampu bertahan di bawah naungan Facebook. Setelah 6 tahun bekerja dalam raksasa media sosial tersebut, akhirnya Systrom pun hengkang dari perusahaan yang ia dirikan dan juga Facebook.
Dalam pesan terakhir untuk Instagram dan Facebook yang ia unggah di blog Instagram, Systrom mengatakan bahwa dirinya ingin beristirahat sejenak agar mampu kembali mengeksporasi kemampuannya dalam memberikan hal yang dibutuhkan dunia.
ADVERTISEMENT
Ia juga mengatakan bahwa ia masih akan terus mengasah kemampuan dan memutar otak untuk membuat inovasi yang bisa dinikmati oleh semua orang di dunia, seperti yang telah ia lakukan lewat Instagram.
5. Mike Krieger, CTO dan pendiri Instagram
Dua pendiri Instagram, Mike Krieger dan Kevin Systrom, bersama Mark Zuckerberg (tengah). (Foto: Mark Zuckerberg/Instagram)
zoom-in-whitePerbesar
Dua pendiri Instagram, Mike Krieger dan Kevin Systrom, bersama Mark Zuckerberg (tengah). (Foto: Mark Zuckerberg/Instagram)
Bersama Systrom, Mike Krieger juga memutuskan untuk keluar dari perusahaan. Ia dan Kevin tidak menyebutkan secara spesifik alasan keduanya mundur dari perusahaan, namun mereka mengaku mengambil keputusan ini untuk mencari inovasi baru seperti yang telah mereka lakukan lewat Instagram.
Bahkan, pernyataan mundurnya Krieger pun ditulis oleh Systrom yang menjadi pernyataan bersama.
Belum diketahui siapa yang akan menggantikan posisi keduanya di Instagram. Siapapun penggantinya, ini menandakan Instagram akan sepenuhnya bergerak di bawah Facebook.
ADVERTISEMENT
Instagram memang dijanjikan bakal terus bergerak sebagai perusahaan independen setelah akuisisi pada 2012 silam, tapi dengan hengkangnya Systrom dan Krieger maka Facebook dipastikan bakal mendominasi aplikasi tersebut.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020