5 Tips Mudah Menghemat Pemakaian Energi di Rumah

Pandemi membuat kita lebih banyak melakukan aktivitas di rumah, bahkan kebanyakan orang juga masih diwajibkan untuk WFH (work from home). Kondisi ini otomatis membuat biaya akomodasi pulang-pergi ke kantor hingga uang makan bisa lebih hemat.
Di sisi lain, terlalu lama di rumah aja juga kerap menciptakan masalah baru. Salah satunya tagihan listrik yang membengkak. Bukan tanpa alasan, saat di rumah aja, segala kegiatan yang kita lakukan hampir selalu mengandalkan listrik.
Tidak hanya pengeluaran yang lebih besar, kondisi ini juga bisa berdampak kurang baik bagi keberlangsungan lingkungan. Sebab, emisi karbon dioksida paling banyak berasal dari penggunaan peralatan elektronik yang kita gunakan sehari-hari.
Lantas, apa yang bisa kita lakukan untuk menghemat penggunaan listrik di rumah sekaligus ikut berkontribusi menjaga lingkungan? Berikut kumparan berikan tips sederhana yang bisa kamu lakukan di rumah!
1. Manfaatkan cahaya alami
Salah satu cara paling mudah menghemat energi di rumah adalah menggunakan peralatan elektronik pembantu seperlunya saja, seperti penggunaan lampu, AC (air conditioner), kipas angin. Jelang pagi hari, segera matikan lampu dan buka tirai jendela agar cahaya alami dari sinar matahari bisa masuk menerangi ruangan.
Jangan lupa untuk membuka jendela dan pastikan ventilasi terbuka agar sirkulasi udara lancar. Dengan begitu, udara di rumah juga terasa lebih sejuk dan sehat.
2. Cabut kabel elektronik yang tidak terpakai
Siapa yang sering meninggalkan kabel charger smartphone, kipas, laptop, hingga alat catokan berlama-lama terhubung dengan saklar listrik? Perlu kamu ketahui, membiarkan sambungan kabel alat elektronik menancap di saklar meski tidak digunakan ternyata juga bisa menyebabkan pemborosan. Ya, pemborosan daya listrik ini akhirnya akan berdampak pada melonjaknya tagihan listrik.
Dilansir Mirror, seorang ahli dari perusahaan energi terbarukan di Inggris memperkirakan, biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar energi yang tidak “terpakai” ini setidaknya Rp 1,4 juta selama satu tahun penuh. Bila rata-rata harapan hidup seseorang adalah 79 tahun, maka seumur hidupnya orang tersebut telah membuang uang sebesar Rp 109 juta.
Jadi, sebaiknya langsung cabut kabel saat alat elektronik tidak digunakan. Selain itu, hindari juga mengisi daya smartphone atau tablet hingga semalaman, ya!
3. Tata makanan di kulkas sesuai kategori
Beberapa waktu belakangan, meal prep atau metode mempersiapkan bahan makanan untuk beberapa hari semakin ramai ditiru oleh kalangan ibu muda. Ternyata, meal prep tidak hanya mempermudah kita menyiapkan makanan, tetapi juga bisa menjadi solusi untuk menghemat listrik, lho!
Makanan yang berjejal bisa meningkatkan kerja kulkas untuk mempertahankan suhu dingin. Ditambah lagi dengan kebiasaan meletakkan makanan yang masih hangat di dalam kulkas. Hal ini memicu penambahan energi yang dibutuhkan oleh mesin pendingin.
Oleh karena itu, sebaiknya tata makanan di dalam wadah kedap udara sebelum dimasukkan ke dalam kulkas. Usahakan juga untuk tidak mengisi kulkas terlalu penuh agar sirkulasi udara di dalamnya lebih lancar.
4. Gunakan air secukupnya
Di masa pandemi, penggunaan air di rumah juga ikut melonjak. Baik dari kegiatan mandi atau mencuci tangan sebelum dan setelah beraktivitas. Nah, untuk menghematnya, kita bisa melakukan beberapa kiat agar penggunaan air jadi lebih bijak.
Misalnya, jangan menyalakan keran air terlalu lama saat mandi. Cukup nyalakan saat digunakan untuk menyikat gigi, cuci muka, atau mencuci tangan. Selain itu, alih-alih menggunakan bak, mandi dengan shower juga lebih hemat karena air yang terpakai akan lebih efektif.
5. Pilih pompa air yang tepat
Selain untuk minum dan membersihkan badan, air juga dibutuhkan untuk berbagai keperluan, seperti memasak, mencuci baju, hingga membersihkan rumah. Tidak mengherankan, daya tekanan dan kebersihan air di rumah juga harus memadai.
Pompa air menjadi solusi supaya Agar pasokan air selalu optimal. Menggunakan energi listrik, pompa air berfungsi mengangkat dan mengalirkan air dari dalam tanah ke seluruh keran di rumah.
Agar penggunaan pompa air tidak membuat pengeluaran biaya listrik membengkak, tentu kita harus jeli memilih jenis pompa yang tepat. Nah, Pompa Air Panasonic bisa menjadi pilihannya.
Pompa Air Panasonic terdiri dari Jetpump, Centrifugal pump, Booster pump, autopump dan non auto pump yang bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan air di rumah. Misalnya untuk rumah sederhana, cukup gunakan auto dan non auto pump, sedangkan untuk kebutuhan air dengan semburan yang lebih kencang, kamu bisa menggunakan Booster pump.
Untuk rumah hingga 4 lantai, pompa Centrifugal pump dapat menarik air dari lantai dasar hingga lantai teratas dengan volume mencapai 154 liter per menit. Pompa ini juga tahan di berbagai cuaca. Bukan itu saja, ada Pompa Air Panasonic Jetpump dengan teknologi jet yang memiliki daya isap hingga kedalaman 30 meter.
Tidak hanya berfungsi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan kita, semua Pompa Air Panasonic juga menggunakan bahan berkualitas dan anti karat double coating, sehingga air tidak akan berbau karat ketika pertama kali dinyalakan.
Karena kualitasnya, Pompa Air Panasonic juga telah mendapatkan rekor MURI karena menyala terus menerus tanpa rusak dan mati selama 100 jam nonstop. Penghargaan tersebut membuktikan pompa air tidak hanya kuat dan tahan lama, tapi juga hemat listrik.
Di tahun 2020 Pompa Air Panasonic juga mendapatkan OMNI Brands Channel Award dari Marketeers, Indonesian Digital Popular Brand Awards 20211, dan Best Choice Award dari Info Brand, sehingga menjadikan Pompa Air Panasonic menjadi pilihan terbaik untuk keluarga Indonesia.
Mudah, kan, menghemat energi dari rumah? Pompa Air Panasonic yang semburannya kencang dan hemat energi bisa dibeli di e-commerce dan langsung diantarkan ke rumah, akses di sini!
Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan Panasonic
