Kumparan Logo

Ada Wabah Virus Corona, Huawei Tetap Lanjutkan Produksi di China

kumparanTECHverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perusahaan teknologi Huawei. Foto: Foto: Tyrone Siu/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Perusahaan teknologi Huawei. Foto: Foto: Tyrone Siu/Reuters

Bagai menerjang badai, Huawei terus melanjutkan produksi berbagai perangkatnya meski China sedang diliputi wabah virus corona. Padahal, pemerintah China telah membuat kebijakan di berbagai kota dan provinsi untuk memberhentikan semua aktivitas untuk menghindari penyebaran virus corona.

Huawei memutuskan untuk terus produktif. Pada Senin (3/2), Huawei mengumumkan bahwa perusahaan kembali melanjutkan seluruh operasional pabrik di China.

Juru bicara Huawei mengatakan bahwa sebagian besar produksi berada di Dongguan, sebuah kota di provinsi Guangdong selatan, China. Beberapa perusahaan teknologi lain juga kabarnya tetap melanjutkan produksi untuk mengamankan pasokan.

Selain itu, Yangtze Memory Technologies Co Ltd (YMTC), vendor chip memori flash yang didukung pemerintah dan kantornya berbasis di Wuhan, juga mengonfirmasi bahwa pihaknya sama sekali belum menghentikan produksinya.

“Saat ini, produksi dan operasional YMTC masih berlangsung normal dan sebagaimana mestinya,” kata juru bicara YMTC, dilansir Reuters.

Perusahaan teknologi Huawei. Foto: Toby Melville/Reuters

YMTC juga menyatakan bahwa sejauh ini belum ada karyawan pabrik yang didiagnosis terinfeksi coronavirus (nCov-2019). Mereka mengaku sudah melakukan langkah isolasi untuk memastikan keselamatan karyawannya.

Sebelumnya, pabrik perakitan perangkat Apple, Foxconn, mengatakan produksi iPhone di China sama sekali tidak terganggu atau terpengaruh oleh wabah virus corona. Pabrik Foxconn di China mengaku tidak akan menyesuaikan jadwal produksi mereka atau bahkan sampai menutup pabriknya akibat penyebaran virus corona.

“Fasilitas kami di China mengikuti jadwal libur (Imlek) dan akan terus melakukannya sampai semua bisnis telah kembali ke jam operasional standar," kata Foxconn, menurut laporan The Verge.

“Sebagai kebijakan dan untuk alasan sensitivitas komersial, kami tidak mengomentari praktik produksi spesifik kami. Namun, kami dapat mengonfirmasi bahwa kami memiliki langkah-langkah untuk memastikan bahwa kami dapat terus memenuhi semua kewajiban manufaktur global,” sambung mereka.