kumparan
23 Januari 2018 8:18

Alasan Bitcoin Hadir di Dunia

Bitcoin
Bitcoin (Foto: Flickr)
Demam Bitcoin makin melanda dunia. Bagi sejumlah orang, mata uang kripto atau cryptocurrency adalah masa depan, tapi bagi sejumlah orang lain, mata uang virtual dianggap sebagai bencana yang bisa datang kapan saja.
ADVERTISEMENT
Dari Bitcoin, Litecoin dan Ethereal hingga pendatang baru seperti Zcash dan Ubiq, kini ada lebih dari 1.000 mata uang virtual yang berbeda untuk dipilih.
Pertanyaannya, apakah kamu yakin untuk ikut terjun ke dalam dunia mata uang kripto? Pertanyaan ini masih menggema sejak tahun 2009, saat pertama kali Bitcoin muncul entah dari mana.
Dilansir Science Focus, sudah bertahun-tahun, ada banyak pendapat soal kehadiran mata uang digital, termasuk Bitcoin. Ada yang setuju, ada pula yang tidak. Tapi menurut penciptanya, Satoshi Nakamoto, Bitcoin itu berbeda.
Menurutnya, Bitcoin dapat beroperasi sepenuhnya secara independen tanpa dukungan pemerintah, regulator atau bank, tapi tetap dipercayai banyak orang.
Ilustrasi Bitcoin
Ilustrasi Bitcoin (Foto: REUTERS/Dado Ruvic)
Klaim ini ia buat berdasarkan gagasan tentang uang koin, secara fisik. Uang tunai, diproduksi secara fisik dan bisa dipalsukan oleh siapapun setiap kali mereka membutuhkan lebih banyak uang. Sedangkan Bitcoin, saham dan transaksi online, tidak nyata dan otomatis tidak dapat dipalsukan.
ADVERTISEMENT
Untuk mengatasi hal ini, sistem keuangan global akan bergantung pada kliring elektronik yang mengawasi setiap transaksi untuk menghentikan penipuan. Karena meskipun tidak ada pemalsuan mata uang kripto, ada orang yang bisa melakukan penipuan sistem.
Namun begitu Nakamoto mengklaim bahwa ia telah menemukan cara untuk mencegah hal ini. Sederhananya, Bitcoin bekerja dengan cara mengubah informasi tentang setiap transaksi baru menjadi bentuk matematis, yang tidak mungkin dibaca atau diubah, dan kemudian dimasukkan ke dalam buku besar elektronik permanen, yang dikenal sebagai blockchain.
Blockchain tidak diam di satu tempat. Ia tersebar di berbagai jaringan virtual, menghasilkan sistem mata uang elektronik global yang cepat, efisien, dan dapat dipercaya.
Tidak bergantung kepada pemerintah atau bank soal keuangan sepertinya menjadi motivasi Nakamoto menghadirkan Bitcoin. Ketika Bitcoin pertama kali diluncurkan, dunia berada dalam cengkeraman krisis keuangan terburuk sejak 1930-an.
ADVERTISEMENT
"Salah satu alasan mengapa Bitcoin menangkap imajinasi banyak orang ialah karena ia memegang janji untuk mendemokratisasikan keuangan," kata David Orrell, salah satu penulis buku The Evolution of Money.
Ya, salah satu kunci yang membuat Bitcoin mulai dilirik saat ini adalah kemampuannya yang bisa melakukan transaksi di luar sistem bank. Apakah Bitcoin dan mata uang kripto lainnya bakal benar-benar menjadi mata uang manusia di masa depan?
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan